SATU GENG: Keempat tersangka pencurian sepeda motor saat gelar perkara di Mapolrestabes Semarang kemarin. (ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)
SATU GENG: Keempat tersangka pencurian sepeda motor saat gelar perkara di Mapolrestabes Semarang kemarin. (ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)
SATU GENG: Keempat tersangka pencurian sepeda motor saat gelar perkara di Mapolrestabes Semarang kemarin. (ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)

BARUSARI – Dua wanita dibekuk aparat Reserse Mobil (Resmob) Polrestabes Semarang karena terlibat sindikat pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di Kota Semarang. Yang mengagetkan, keduanya diduga pasangan lesbi alias terlibat hubungan percintaan sesama perempuan.

Kedua tersangka adalah Winda Anna Carisca, 23, warga Kebonharjo RT 3 RW 7, Kelurahan Tanjung Mas, Semarang Utara, dan Nikitha Intania Bramasto, 18, warga Brumbungan No 32 RT 9 RW 4, Kelurahan Gabahan, Semarang Tengah.

Selain keduanya, polisi juga meringkus dua pemuda yang merupakan otak jaringan curanmor ini, yakni Dimas Enggal Saputra alias Menyeng, 21, warga Kebonharjo RT 9 RW 5, Kelurahan Tanjung Mas, Semarang Utara dan Agus Triyono alias Jebret, 35, warga Lodan III RT 3 RW 3, Kelurahan Bandarharjo, Semarang Utara.

Keempat tersangka hanya bisa pasrah dan menundukkan wajahnya saat digelandang tim Resmob yang dipimpin Panit II Resmob Polrestabes Semarang Aiptu Janadi ke Mapolrestabes Semarang, Jumat pagi (12/12).

Informasi yang dihimpun Radar Semarang menyebutkan, sindikat curanmor ini terbongkar setelah polisi meringkus Winda dan Nikitha di sebuah rumah kos di kawasan Petek, Kuningan, Semarang Utara. Dan, setelah dikembangkan, polisi menangkap Dimas dan Agus Triyono di lokasi berbeda.

Di hadapan polisi, tersangka Nikitha mengakui berperan sebagai eksekutor atau pemetik dalam setiap aksi pencurian motor. Dia mengaku, awalnya diajari teknik mencuri motor oleh temannya, tersangka Dimas sejak Oktober 2014 lalu. Alat yang digunakan menggunakan kunci T.

Ia kemudian mempraktikkannya bersama Dimas pada Selasa (2/12). Motor yang menjadi sasarannya milik korban Dawam, 40, warga Kalidukuh RT 4 RW 2, Kelurahan Genting, Kabupaten Semarang. Setelah itu, Nikitha kemudian, mengajak tersangka Winda untuk beraksi mencuri motor.

“Saya mengajari Winda cara mengambil motor,” kata Nikitha saat gelar perkara di Mapolrestabes Semarang, Jumat (12/12).

Keduanya mencuri motor Yamaha Mio bernopol H 5190 QP milik Sulasah, salah satu tetangganya sendiri di Kebonharjo, Semarang Utara pada Rabu (10/12) sekitar pukul 02.00. Setelah berhasil dicuri, motor tersebut tidak dijual, melainkan digunakan sendiri untuk alat transportasi sehari-hari. “Pelat nomornya saya copot,” ujarnya.

Nikitha mengaku melakukan aksi pencurian karena terhimpit kebutuhan ekonomi. Sehingga saat diajak oleh Dimas, dia menyambut dengan senang hati. Ia lalu mengajak Winda yang telah tinggal bersamanya di sebuah kos sejak tiga tahun lalu. Namun ia mengaku berpacaran sejak dua bulan lalu.

Kasat Reskrim Polrestabes Semarang AKBP Sugiarto mengatakan, kawanan curanmor ini dikendalikan oleh tersangka Dimas Enggal Saputra yang tercatat sebagai residivis. Dia dibantu tersangka lain, Agus Sutriyono, yang juga seorang residivis.

Setiap aksinya dilakukan secara rapi dan terstruktur. Tersangka Agus telah empat kali dipenjara. Keduanya terpaksa dilumpuhkan menggunakan timah panas di kaki kirinya.

“Mereka berusaha kabur saat hendak ditangkap. Sedangkan tersangka Winda dan Nikitha tidak melawan,” katanya.

Dikatakan Sugiarto, berdasarkan hasil pemeriksaan, tersangka Nikitha dan Winda telah beraksi sebanyak dua kali sejak 6 bulan lalu. Di antaranya, di wilayah hukum Semarang Utara dan Semarang Tengah.

“Mereka kami tangkap di rumah kos di daerah Kuningan, Kecamatan Semarang Utara Kamis siang (11/12) lalu,” ujarnya.

Hingga kini, pihaknya masih melakukan pengejaran terhadap seorang tersangka lain, yakni Heri alias Gobet, 30, warga Kampung Tambak, Bandarharjo, Semarang Utara. “Motor hasil curian dijual kepada orang-orang biasa dengan harga murah.” katanya.

Barang bukti yang berhasil diamankan, di antaranya dua unit komputer, tiga unit sepeda motor masing-masing; Yamaha Mio merah tahun 2013 nopol H-5190-QP, Yamaha R 150 tanpa pelat nomor warna biru dan Suzuki Smash nopol H-5156-ZD. Selain itu, petugas juga mengamankan sejumlah peralatan yang digunakan untuk mencuri.

Atas perbuatannya, keempat tersangka akan dijerat pasal 363 KUHP ayat 3e, 4e atau 5e dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara. (amu/aro)