PINDAH VENUE: Kejuaraan Bulutangkis PBSI Kota Salatiga bulan Mei lalu di GOR PB Rajawali. Pada seri kedua ini, dilaksanakan GOR PPLP Sepak Takraw (Ngebul), di Jalan Veteran Salatiga. (Taufiq R/Radar Semarang)
PINDAH VENUE: Kejuaraan Bulutangkis PBSI Kota Salatiga bulan Mei lalu di GOR PB Rajawali. Pada seri kedua ini, dilaksanakan GOR PPLP Sepak Takraw (Ngebul), di Jalan Veteran Salatiga. (Taufiq R/Radar Semarang)
PINDAH VENUE: Kejuaraan Bulutangkis PBSI Kota Salatiga bulan Mei lalu di GOR PB Rajawali. Pada seri kedua ini, dilaksanakan GOR PPLP Sepak Takraw (Ngebul), di Jalan Veteran Salatiga. (Taufiq R/Radar Semarang)
BANYAK KEJUARAAN: Pebulutangkis kelompok umur tahun ini banyak mendapat kesempatan  tampil karena banyak kejuaraan digelar di Kota Salatiga. (Taufiq R/Radar Semarang)
BANYAK KEJUARAAN: Pebulutangkis kelompok umur tahun ini banyak mendapat kesempatan tampil karena banyak kejuaraan digelar di Kota Salatiga. (Taufiq R/Radar Semarang)

SALATIGA – Kejuaraan bulutangkis di Salatiga kembali digelar. Kejuaraan bertitel Djarum Foundation Kejurkot PBSI Kota Salatiga 2014 akan berlangsung selama 5 hari, 14 – 18 Desember 2014, di GOR PPLP Sepak Takraw, Ngebul, Jalan Veteran Kota Salatiga. Kejuaraan yang diselenggarakan oleh PBSI Pengcab Kota Salatiga ini merupakan agenda tahunan kedua yang digelar pada 2014.

Panitia Kejuaraan, Joko Susilo menuturkan, turnamen tersebut diharapkan mampu mewadahi para atlit, sekaligus sarana pengurus PBSI dalam usaha untuk merekut calon-calon pemain bulutangkis handal. “Tahun 2014 ini para pemain bulutangkis di Kota Salatiga khususnya kelompok umur, mendapat porsi kejuaraan resmi yang lumayan banyak. Pihak PBSI saja terhitung menggelar dua kali agenda rutin kejurkot, serta satu kejuaraan khusus yakni antar sekolah tingkat dasar. Ini merupakan salah apresiasi sekaligus usaha untuk memajukan para atlet,” ujarnya, kemarin.

Kejuaraan tingkat kota atau kejurkot ini, merupakan bagian dari program kerja wajib yang dilaksanakan oleh pengcab PBSI Salatiga. Menurut Joko, mengenai teknis pertandingan, secara umum tidak jauh berbeda dari kejuaraan seri pertama, yang berlangsung bulan Maret kemarin. Hanya saja jumlah peserta untuk seri kedua ini secara menyeluruh baru akan diketahui setelah Sabtu, 13 Desember 2014. Sebab, finalisasi data dilakukan hari tersebut.

“Jumlah peserta kali ini perkiraan tidak berbeda jauh dari penyelenggaraan seri sebelumnya. Pada bulan Desember memang seringkali jumlahnya sedikit menurun. Namun kami selalu mengupayakan bisa menjaring banyak peserta. Apalagi tahun ini agenda kejuaraan juga lebih banyak sehingga atlit pastinya termotivasi untuk terus tampil,” tutur Joko, yang juga menjabat dalam kepengurusan PBSI bidang pertandingan.

Untuk kelompok pertandingan, jelas Joko, membuka tiga kategori yang mencakup semua usia pemain. Yakni, Kelompok Umur, Dewasa dan Veteran. Tiga kelompok tersebut diharapkan mengakomodir minat seluruh tingkat pemain yang ingin berlaga mengikuti turnamen.

Kelompok Umur atau Kelompok Usia (KU) sebagai pertandingan wajib, meliputi Tunggal Usia Dini Madya Putra/Putri, Tunggal Usia Dini Utama Putra/Putri, Tunggal Anak-Anak Madya Putra/Putri, Tunggal Pemula Madya Putra/Putri, Tunggal Pemula Utama Putra/Putri dan Tunggal Remaja Putra/Putri. “Di Salatiga ada 10 lebih perkumpulan bukutangkis (PB) yang lumayan aktif mengikuti kejuaraan. Mereka menurunkan atlet terbaik untuk bertanding. Termasuk klub pembinaan atlet yakni PB Rajawali dan PB Surya Gemilang,” jelasnya. (fiq/smu)