Terbatas Tapi Tak Menyerah

Must Read

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di...

LUWES: Siswa SLB Don Bosco Wonosobo yang menyandang tuna rungu wicara membawakan tari lilin. (SUMALI IBNU CHAMID/RADAR KEDU)
LUWES: Siswa SLB Don Bosco Wonosobo yang menyandang tuna rungu wicara membawakan tari lilin. (SUMALI IBNU CHAMID/RADAR KEDU)

WONOSOBO – Peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) dan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) Tahun 2014 di Kabupaten Wonosobo, Kamis (11/12) berlangsung meriah. Selain menjadi momen bahagia bagi para difabel berprestasi, juga jadi wahana unjuk kebolehan siswa-siswi penyandang cacat dari SLB Dena Upakara dan SLB Don Bosco. Sebanyak 60 pelajar tuna rungu wicara berlenggak-lenggok menampilkan keterampilan mereka menari lilin, barongsai, hula-hup, break dance, hingga pantomim.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Wonosobo Agus Purnomo mengaku sangat terharu melihat atraksi yang ditampilkan anak-anak kedua SLB itu. Di tengah keterbatasan fisik mereka, Agus menilai, anak-anak tersebut memiliki potensi seni dan kreativitas luar biasa.

“Kami sengaja mengundang mereka dalam peringatan HDI, karena inilah momentum tepat untuk mereka menampilkan kemampuan, sekaligus membuka mata khalayak,” katanya

Agus menyebutkan, meski serba terbatas, difabel juga bisa berprestasi. Hal itu selaras dengan tema peringatan HKSN, yaitu Bersatu untuk Sesama. Tema itu, harus dipahami segenap masyarakat agar tidak memandang sebelah mata kepada para difabel.

Sekretaris Daerah Wonosobo Eko Sutrisno Wibowo mengaku bangga dengan kiprah para difabel. Meski serba terbatas, mereka tak menyerah dan justru menunjukkan prestasi luar biasa.

“Momentum ini mampu menggugah kesadaran seluruh masyarakat untuk bisa bersatu membantu para difabel di sekelilingnya agar mereka juga dapat berperan serta aktif dalam pembangunan,” katanya.

Dalam acara itu, Dinsos bekerjasama dengan pihak swasta juga memberikan berbagai penghargaan untuk para difabel berprestasi. Tak hanya pelajar, penghargaan juga diterima para penyandang cacat yang dinilai mampu menjadi motivator bagi lingkungannya.

Wardantiningsih dan almarhumah Astiyani, penyandang cacat kaki yang mampu menjadi motivator usaha dan mempekerjakan karyawan normal, termasuk yang diberi penghargaan. Selain itu, para pekerja sosial masyarakat (PSM) dan tenaga kesejahteraan sosial kecamatan (TKSK) berprestasi juga berhak atas sertifikat dan uang penghargaan berupa uang pembinaan. (ali/ton)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Latest News

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di timurnya. Kota yang di barat itu,...

Random News

Pengunjung Keluhkan Transaksi Nontunai Dinilai Ribet

RADARSEMARANG.COM - Pasar Semarangan di Hutan Wisata Tinjomoyo, Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Gunungpati, Semarang diresmikan pada 7 April 2018 lalu. Pasar yang diandalkan menjadi wisata...

Arah Dukungan Kiai dan NU Ditengarai Pecah

UNGARAN-Menjelang pilihan kepala daerah (Pilkada) tahun 2015 di Kabupaten Semarang, arah dukungan kalangan Kiai NU dan PKB masih belum jelas dan ada kecenderungan terpecah....

Tempat Bersantai

SEJUMLAH pengunjung bersantai di bantaran Sungai Banjir Kanal Barat (BKB) saat sore hari. Keberadaan ruang terbuka publik yang dibangun disambut antusias masyarakat dan menjadi...

Lima Sungai untuk Buang Sampah

WONOSOBO-Tim Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menggelar operasi sungai bersih, menyusul viral di medsos rekaman pembuangan sampah di Sungai Bogowonto, beberapa waktu lalu. Operasi...

More Articles Like This

- Advertisement -