TERBANG: Atraksi para taekwondoin dari Kota Semarang dan Solo menghibur penonton saat pembukaan Kejurda Taekwdondo Senior Jateng, kemarin di GOR Sahabat, Semarang. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)
 TERBANG: Atraksi para taekwondoin dari Kota Semarang dan Solo menghibur penonton saat pembukaan Kejurda Taekwdondo Senior Jateng, kemarin di GOR Sahabat, Semarang. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)

TERBANG: Atraksi para taekwondoin dari Kota Semarang dan Solo menghibur penonton saat pembukaan Kejurda Taekwdondo Senior Jateng, kemarin di GOR Sahabat, Semarang. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Kejurda Senior Taekwondo Jateng, Kamis (11/12) kemarin, resmi digeber. Setelah dibuka oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Jawa Tengah Budi Santoso pagi kemarin, 300 lebih taekwondoin dari 33 kota/kabupaten di Jateng langsung bersaing seru.

Hasil hari pertama kemarin, tuan rumah langsung bercokol di peringkat pertama hasil sementara. Kota Semarang berhasil meraih 2 medali emas, 1 perak dan 1 perunggu, diikuti Kota Surakarta dengan perolehan 1 medali emas, 1 perak dan 1 perunggu. Sementara di peringkat tiga diduduki Kabupaten Banyumas dengan 1 emas dan 1 perak, disusul Kebumen dengan 1 medali emas.

Nomor Poomsae jadi ladang emas tim Kota Lunpia. Di tunggal putra, taekwondoin yang sudah digadang-gadang bakal menorehkan emas Adrian Setiaji sukses menunjukkan performa terbaiknya. Di poomsae tunggal putri, atlet Kota Semarang Mutiara Habiba tak terbendung.

Berjaya di Poomsae, Kota Semarang kemarin gagal merebut emas di nomor Kyorugi. Taekwondoin Aufaa Bagus harus puas dengan perunggu di kelas under 68 putra. Sedangkan medali perak didapatkan Dian Puspitasari di kelas under 62 putri.

Pelatih kyorughi Kota Semarang Andre Darwin masih optimistis meraih juara umum. Namun dia mengaku harus lebih matang mengatur strategi di hari kedua hari ini. “Minimal satu emas harus didapat agar bisa mencapai target juara umum,” katanya.

Ketua Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia (TI) Jateng Sudarsono Chandrawidjaja mengungkapkan, dari kejuaraan ini diharapkan akan muncul bibit-bibit baru taekwondo Jateng. Sehingga persaingan di Pelatda Taekwondo Jateng akan makin ketat dan berkualitas. “Dari kompetisi ini, kami akan memilih atlet terbaik untuk memenuhi kualias pelatda yang akan diproyeksikan pada pra PON Jabar 2015 mendatang. Di pra PON, kami targetkan meloloskan atlet sebanyak mungkin ke PON 2016 di Jabar,” katanya.

Pria yang akrab disapa Chandra ini mengingatkan, Desember nanti dojang taekwondo Jateng di Jatidiri telah rampung dibangun dan bisa digunakan untuk berlatih atlet Pelatda Jateng. “Kita harapkan juara-juara dari kejurda ini akan menempati dojang baru kita tersebut untuk persiapan ke pra PON. Dengan dojang baru, persiapan saya harapkan lebih optimal,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Jateng Budi Santoso menuturkan, perkembangan taekwondo di Jateng mulai meroket di bawah kepemimpinan Sudarsono Chandrawidjaja. Olahraga taekwondo begitu bergairah ditandai banyaknya dojang-dojang hingga di tingkat kecamatan dan pelosok desa. “Semoga cabor ini mampu bersaing di PON Jabar 2016 mendatang,” harapnya. (mg16/smu)