Petugas Razia Pulang, PKL Bermobil Jualan Lagi

118

SALATIGA-Menjamurnya Pedagang Kaki Lima (PKL) bermobil di Salatiga, mendorong petugas gabungan Satpol PP, TNI, Kecamatan dan Kelurahan menggelar razia PKL di Pasar Raya II Salatiga Kamis (11/12). Operasi dimulai sejak Selasa (9/12) dengan menitikberatkan PKL yang mengganggu lalulintas jalan dan trotoar.

Kasi Pengawasan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), Rayadi menuturkan bahwa dalam penertiban kali ini masih ada toleransi. Karena banyak lapak PKL di trotoar, masih diberi batas waktu. “Yang kami sasar adalah pedagang yang menggelar dagangan tidak pada tempatnya. Mobil-mobil yang biasa jualan di seberang jalan, kami peringatkan,” jelas dia.

Ia menjelaskan, petugas sudah menghubungi para pemilik lapak yang mengganggu tersebut. Aparat menunggu sampai hari Kamis mendatang, jika masih tidak ada kelanjutan akan dibongkar. “Rencananya, kami akan mengadakan tindak lanjut berupa pembinaan. Jika tidak, mereka akan kembali lagi,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Operasi Penertiban dan Pembinaan PKL, Amin mengatakan bahwa operasi ini untuk menertibkan kondisi pasar yang sudah mulai kumuh. Belum lagi musim hujan yang kerap menyebabkan pasar becek. Sekaligus untuk penilaian Adipura yang sebentar lagi dilaksanakan.

“Kami hanya menjalankan Perda. Kalau tempat yang seharusnya menjadi jalan dialihfungsikan menjadi tempat jualan, harus segera ditertibkan. Ditakutkan akan menjamur. Soalnya tadi ada yang membantah, karena provokasi seorang pedagang yang membolehkan jualan di trotoar. Makanya langsung kami tindak tegas,” terangnya.

Amin menambahkan, jika pedagang harus mempunyai Surat Tanda Daftar Usaha (STDU) sebagai legalitas dalam menempati tempat jual beli. “Adanya isu penjual dengan bak terbuka membayar Dinas Pasar itu cuma isu. Kalau membayar parkir mungkin benar,” tuturnya.

Dalam pantauan wartawan Radar Semarang, setelah petugas gabungan selesai melakukan razia, PKL bermobil kembali membuka lapak di sepanjang Pasar Raya II Salatiga. Tercatat, mulai setelah dhuhur, mobil-mobil bak terbuka dan pedagang bakso kembali berdatangan dan membuat tenda, seakan hanya kucing-kucingan dengan petugas. (mg14/ida)