BELUM KELUAR NOPOL : Dua unit mobil yang bernomor polisi sama tetapi menggunakan plat berbeda, yakni merah dan hitam. (Dhinar Sasongko/Radar Semarang)
 BELUM KELUAR NOPOL : Dua unit mobil yang bernomor polisi sama tetapi menggunakan plat berbeda, yakni merah dan hitam. (Dhinar Sasongko/Radar Semarang)

BELUM KELUAR NOPOL : Dua unit mobil yang bernomor polisi sama tetapi menggunakan plat berbeda, yakni merah dan hitam. (Dhinar Sasongko/Radar Semarang)

SALATIGA–Akhir tahun 2014 ini, Pemkot Salatiga memborong 30 unit mobil baru berbagai tipe. Total anggaran yang digunakan sekitar Rp 7 miliar. Pemkot berdalih, mobil digunakan untuk mengganti mobil yang telah tidak layak.
Mobil yang dibeli antara lain 5 unit Toyota Innova, 9 unit Suzuki Ertiga, 5 unit Toyota Rush, 7 Toyota Avanza serta 1 unit Toyota Hiace, 1 unit bak terbuka, 1 unit mobil double cabin, serta 1 unit mobil boks.

Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aseet Daerah (DPPKAD), Fakhuroji saat dikonfirmasi menuturkan, pengadaan kendaraan operasional untuk pelayanan beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). “Anggarannya disesuaikan dengan kemampuan Pemkot Salatiga,” jelas Fakhurroji melalui pesan singkat di telepon pribadinya.

Sementara itu dalam kesempatan terpisah, Kepala Bagian Humas Setda Adi Setiarso menuturkan bahwa mobil Ertiga digunakan untuk operasional sembilan kepala bagian. Toyota Innova sebagai operasional dinas vertikal. “Toyota Rush dan Avanza digunakan dewan dan beberapa kepala dinas serta staf ahli,” jelas Adi di ruang kerjanya.

Adi menambahkan, pembelian mobil dinas baru itu digunakan untuk menggantikan mobil yang sudah tidak layak. ”Mabil baru itu untuk menggantikan mobil yang berusia pakai lebih dari lima tahun. Sedangkan yang lama diturunkan untuk sekretaris dinas,” terang Adi.

Disinggung mengenai operasional dewan, katanya, mobil tersebut akan digunakan untuk alat kelengkapan dewan (AKD). Dan menggunakan sistem bon pinjam, dimana kerusakan menjadi tanggung jawab pemegang mobil.

Sementara itu, sekretariat dewan ketika hendak dikonfirmasi, tidak ada yang bersedia. Justru mengarahkan kembali ke DPPKAD. Hanya saja halaman parkir DPRD, dua unit mobil Toyota Avanza yang baru diparkir tidak berjauhan dengan menggunakan plat nomor polisi sama H 9501 TB. Saat dikonfirmasi mengenai hal tersebut, staf sekwan tidak memberikan jawaban. (sas/ida)