Berlomba jadi Pelayan Terbaik

161
BIAR CANTIK : Peserta lomba waiters dan waitress yang diadakan di halaman Disporabudpar Kota Magelang tengah menghias moktail kreasinya. (Puput puspitasari/radar kedu)
 BIAR CANTIK : Peserta lomba waiters dan waitress yang diadakan di halaman Disporabudpar Kota Magelang tengah menghias moktail kreasinya. (Puput puspitasari/radar kedu)

BIAR CANTIK : Peserta lomba waiters dan waitress yang diadakan di halaman Disporabudpar Kota Magelang tengah menghias moktail kreasinya. (Puput puspitasari/radar kedu)

MAGELANG – Hujan lebat mengguyur Kota Magelang sejak pagi hingga sore kemarin. Namun para peserta lomba waiters & waitress (pelayan) tetap semangat melanjutkan lomba table set-up dan membuat moktail hingga selesai walau kondisi halaman yang becek di Dinas Pemuda Olahraga, Budaya, dan Pariwisata (Disporabudpar) Kota Magelang, Kamis, (11/12).

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Magelang, Eddy Hamdani, mengaku kondisi alam seperti ini menjadi tantangan bagus untuk para peserta. Sebab, sebagai seorang hospitality industry tidak boleh takut dengan cuaca dan kendala yang ada di lapangan.

“Saya senang lomba ini dibarengi dengan hujan. Di sinilah kemampuan mereka diuji, dan kita bisa lihat semangat mereka menurun apa tidak. Sebab, medan di lapangan itu berbeda-beda. Pelayan mengantar makanan tidak boleh jatuh walau medannya naik turun tangga, dan sebagainya,” katanya di sela-sela meninjau lokasi.

Dia juga mengakui, lomba ini sangat bagus untuk menyiapkan SDM para pelayan untuk siap terjun di perhotelan. Eddy juga tak mempermasalahkan jika dalam kompetisi ini siswa SMK bersaing dengan pelayan hotel dan kafe yang sudah cukup memiliki pengalaman.

“Tidak masalah. Justru semakin termotivasi, dan yang masih sekolah juga bisa mengambil pengalaman dari peserta lainnya. Saya lihat, anak-anak SMK juga sudah mahir. Mereka sudah dilirik hotel-hotel,” akunya sambil tersenyum.

Sementara itu, Kepala Disporabudpar Kota Magelang, Hartoko, menyebutkan, lomba tersebut merupakan agenda rutin yang sudah digelar 3 kali. Dan mendapatkan respons positif baik dari sekolah menengah kejuruan (SMK), beberapa hotel maupun kafe yang ada di Kota Sejuta Bunga.

Hartoko mengaku, kompetisi ini bertujuan menyiapkan pelayan hotel maupun kafe yang berstandar nasional sebagai mendukung program Ayo ke Magelang 2015. Ini juga sebagai ajang memotivasi siswa lain yang belum berkesempatan mengikuti lomba tersebut agar tahun depan tertantang mengikuti lomba.

“Pemenangnya akan mendapatkan trofi, selempang, piagam dan uang pembinaan. Tentu saja pemenang dari siswa, pasti akan kami rekomendasikan ke hotel-hotel berbintang di Kota Magelang,” ujarnya.

Terpisah, Kepala SMK Wiyasa, Pratiwi, mengapresiasi lomba yang dihelat oleh Disporabudpar itu. Pihaknya antusias dan mengirim 10 wakil dari sekolahnya.

“Bagus sekali lomba ini. Bisa untuk menambah pengalaman dalam hal kompetensi yang dimiliki khususnya dalam mata pelajaran tata hidang. Ini juga sebagai ajang untuk siswa berkreasi dalam membuat moktail,” jelasnya. (put/lis)