TANPA KEPALA: Patung Warak Ngendog sudah terpasang di Taman Pandanaran yang tengah dikerjakan. (ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)
 TANPA KEPALA: Patung Warak Ngendog sudah terpasang di Taman Pandanaran yang tengah dikerjakan. (ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)

TANPA KEPALA: Patung Warak Ngendog sudah terpasang di Taman Pandanaran yang tengah dikerjakan. (ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)

MUGASSARI – Proyek pembangunan Taman Pandanaran diperkirakan bakal molor. Pasalnya hingga kemarin, masih banyak bagian taman yang berantakan. Padahal, waktu pembangunan tinggal sekitar 18 hari lagi. Meski demikian, pelaksana proyek mengklaim pembangunan sudah mencapai 80 persen.

Pantauan Radar Semarang, Kamis (11/12), puluhan pekerja masih mengerjakan proyek taman tersebut. Mereka membuat pilar dan memasang ubin lantai. Tampak patung Warak Ngendog tanpa kepala sudah terpasang. Patung tersebut terbuat dari bahan tembaga dengan kerangka besi. Ukuran patung mencapai lebar 2,80 meter dan tinggi 5 meter.

Anggota DPRD Kota Semarang, Muhammad Chafid, mengatakan, penyelesaian pembangunan Taman Pandanaran diperkirakan bakal molor. Ia menilai sisa waktu pembangunan yang hanya tinggal 18 hari, tidak cukup untuk menyelesaikan pekerjaan finishing.

“Waktu tinggal 18 hari, tapi banyak pekerjaan yang belum selesai. Karena tahapan finishing itu justru lama,” ungkapnya saat ditemui di lokasi pembangunan Taman Pandanaran, Kamis (11/12) kemarin.

Hal sama juga diungkapkan Suharsono. Dia mengatakan, tahapan finishing merupakan pekerjaan rumit dan memerlukan waktu yang tidak cepat. Selain itu, seringnya hujan juga menghambat penyelesaian proyek tersebut.

“Pelaksana harus berani menambah jumlah pekerja supaya pekerjaan finishing bisa selesai dengan maksimal. Apalagi pembuatan taman sangat berbeda dengan pekerjaan membuat gedung. Finishing taman harus lebih rapi, supaya taman itu terlihat menarik dan tidak terkesan asal-asalan,” katanya.

Pelaksana proyek Taman Pandanaran, Budi Cahyono, mengklaim progress pembangunan taman sudah mencapai 80 persen. “Yang lama itu pembangunan pilar saja, sampai mencapai 20 persen. Kalau pembangunan lainnya seperti lantai dan pemasangan patungnya paling Selasa depan sudah selesai,” ujarnya.

Pihaknya mengakui, saat ini pembangunan memang sudah memasuki tahap akhir. Bahkan tulisan serta pepohonan yang rencana akan ditanam dalam lingkungan taman sudah dipersiapakan. Hanya saja sementara ini, pihaknya mengakui kendala dalam menaruh barang tersebut.

“Tulisan “Taman Pandanaran” nantinya tinggal memasang. Pohon-pohonan juga sudah datang. Namun kami masih kesulitan tempat menaruh pohon tersebut. Sementara ini pohon itu kami letakkan di samping pembangunan taman,” katanya.

Benny Zaenal Abidin, pekerja yang mamasang patung Warak Ngendog mengatakan, jika tubuh patung Warag Ngendog telah dipasang beberapa hari lalu. Hanya saja, pemasangan itu belum sepenuhnya utuh satu badan, tapi tanpa kepala.

“Pemasangan bagian kepalanya nanti menyusul, paling tidak tanggal 16 Desember sudah terpasang. Kami perkirakan, sebelum 20 Desember patung Warak Ngendog sudah jadi terpasang semua,” pungkasnya. (mg9/aro)