SEMARANG – Sebanyak 12 titik yang dilintasi rel kereta api (KA) di wilayah Daop 4 Semarang rawan banjir. Untuk itu, Daop 4 Semarang mengantisipasi dengan memantau ke-12 titik tersebut. Hal itu dilakukan agar pengguna angkutan Natal 2014 dan Tahun Baru 2015 bisa berjalan dengan baik.

Kadaop 4 Semarang, Wawan Ariyanto, mengatakan, saat ini dirinya sedang melaksanakan inspeksi di jalur kereta api Bojonegoro – Semarang sepanjang 168 kilometer.

“Adapun yang menjadi objek kegiatan inspeksi ini di antaranya pemantauan kondisi jalan rel, jembatan, stasiun, sistem persinyalan, loket, dan kebersihan fasilitas publik yg berada di stasiun,” katanya kepada Radar Semarang, Kamis (11/12) siang.

Menurut dia, dari hasil pantauan sementara tercatat sebanyak 12 titik banjir yang menjadi titik kewaspadaan PT KAI Daop 4 Semarang, di antaranya km 143+8/9 (Tegal – Larangan), km 137 + 3/4 (Surodadi – Larangan), km 128+6/7 (Surodadi – Pemalang), km 104+6/0 (Petarukan- Comal), km 114+5/6 (Petarukan – Pemalang), km 65+0/1 (Kuripan- Ujungnegoro), km 65+0/3 (Ujungnegoro- Batang), km 48+2/3 (Krengseng – Plabuhan), km 57+0/6 (Plabuhan Kuripan), 0+3/7 (Tawang-Alastua), km 11+0/7 (Jerakah – Mangkang), dan km 17+5/6 (Mangkang- Kaliwungu).

“Kita akan melakukan langkah antispasi agar ketika banjir perjalanan kereta tidak akan terhambat,” tandasnya.
Manager Humas Daop 4 Semarang, Suprapto, menjelaskan, jika pada minggu depan pihaknya akan melakukan pengecekan ulang dari Semarang menuju Brumbung dengan menggunakan kereta lori. Untuk 12 titik potensial yang rawan banjir, rencananya PT KAI akan melakukan penguatan pada struktur rel kereta api.

“Selain itu, kami akan memantau selama 24 jam, dengan menyiagakan petugas ekstra. Lalu mengadakan juru penilik jalan yang biasanya 2 kali dalam sehari, menjadi 4 kali dalam sehari dan mempersiapkan alat material untuk siaga (AMUS) berupa karung berisi pasir, batu kricak, dan potongan rel,” paparnya.

Selain itu, Suprapto menyayangkan mulai bermunculannya perlintasan liar atau jalan setapak di perlintasan sebindang yang sangat membahayakan. Total data sementara perlintasan KA yang ada di wilayah PT KAI Daop 4 Semarang berjumlah 705 titik. Sebanyak 198 titik di antaranya merupakan perlintasan liar.

“Kami akan menutup perlintasan liar bekerja sama dengan pemerintah daerah setempat. Tujuannya agar tidak terjadi kecelakaan yang melibatkkan kereta api,” katanya.(den/aro)