TAKUT DIMASSA : Sopir truk meninggalkan truk yang dikendarainya, begitu jalan mundur dan menabrak mobil pikap dan 9 motor. Sedangkan korban ditolong polisi dan warga setempat. (DHINAR SASONGKO/RADAR SEMARANG)
 TAKUT DIMASSA : Sopir truk meninggalkan truk yang dikendarainya, begitu jalan mundur dan menabrak mobil pikap dan 9 motor. Sedangkan korban ditolong polisi dan warga setempat. (DHINAR SASONGKO/RADAR SEMARANG)

TAKUT DIMASSA : Sopir truk meninggalkan truk yang dikendarainya, begitu jalan mundur dan menabrak mobil pikap dan 9 motor. Sedangkan korban ditolong polisi dan warga setempat. (DHINAR SASONGKO/RADAR SEMARANG)

SALATIGA-Maksud hati menghindari kecelakaan, justru menabrak mobil dan 9 sepeda motor sekaligus. Kecelakaan tersebut terjadi di Jalan Lingkar Selatan (JLS), tepatnya di perempatan Kumpulrejo, kemarin siang (10/12).

Sang sopir truk, Emanuel, 54, yang menyadari truk dengan nopol D 8246 YM yang dikendarainya mengalami rem blong, sudah berusaha banting stir melalui jalan tanjakan untuk menghentikan laju kendaraannya. Namun usaha tersebut sia-sia. Setelah berhasil menanjak, truk bukannya berhenti, justru melaju mundur dan merangsek kendaraan di belakangnya. Yakni satu mobil pikap nopol AA 9572 BC dan 9 sepeda motor.

Melihat banyak korban bergelimpangan, menyiutkan nyali sang sopir untuk tetap berada di tempat. Emanuel bukannya membantu, namun memiih kabur dari tempat kejadian perkara (TKP). Selanjutnya, menyerahkan diri di Polsek Argomulyo, kemarin.

Emanuel, warga Nusukan, Solo, saat ditemui wartawan mengatakan jika awalnya truk yang ia kemudikan sudah mengalami kerusakan rem angin, begitu memasuki JLS menuju ke Semarang. Sebelum sampai perempatan Kumpulrejo, tiba-tiba indikator anginnya semakin menurun dari angka delapan sampai nol. “Merasa sudah blong, saya bingung dan takut saat melihat banyak motor dan mobil di depan,” jelas dia.

Saat melihat tikungan jalan ke arah Getasan, ia menduga itu adalah jalur penyelamat dan ia memutuskan untuk membelokkannya. “Saya belokkan saja truk naik, karena saya kira itu jalur penyelamatan. Ternyata jalan ramai. Saya lalu meloncat lari dan menyerahkan diri ke kantor polisi karena takut diamuk massa. Saya juga takut dan mengira ada korban meninggal,” aku dia.

Truk itu menabrak pikup plat merah nopol AA 9572 BC di belakangnya yang dikemudian Subagyo, pegawai kehutanan. “Saat itu saya dari arah Salatiga. Saya melihat truk akan mundur, tapi tidak bisa menghindar karena di belakang saya ada banyak kendaraan bermotor,” terang Subagyo.

Dari sembilan sepeda motor yang tertabrak, dua motor yang kondisinya parah adalah Yamaha Vixion H 5035 JV milik Maryadi, 27 dan Honda Beat milik Eni, 32.

Kanit Lakalantas Satlantas Salatiga Ipda Asikin membenarkan jika truk menabrak mundur satu mobil dan sembilan motor. Truk berjalan dari arah Solo ke Semarang. “Untuk korban luka lecet dua orang dan dua sepeda motor mengalami rusak parah akan segera kami bawa ke Satlantas untuk diperiksa lebih jelas. Ada dugaan overload muatan, tapi masih kami periksa,” jelas Asikin. (mg14/sas/ida)