Tiba-Tiba Datangi Pemkab, Kajari Bikin Kaget

377
SOSIALISASI : Kepala Kejari Kajen, Ahelya Abustam menyerahkan selebaran dan stiker anti korupsi kepada Sekda Pemkab Pekalongan, Susianto, Selasa (9/12) kemarin. (Faiz Urhanul Hilal/Radar Semarang)
 SOSIALISASI : Kepala Kejari Kajen, Ahelya Abustam menyerahkan selebaran dan stiker anti korupsi kepada Sekda Pemkab Pekalongan, Susianto, Selasa (9/12) kemarin. (Faiz Urhanul Hilal/Radar Semarang)

SOSIALISASI : Kepala Kejari Kajen, Ahelya Abustam menyerahkan selebaran dan stiker anti korupsi kepada Sekda Pemkab Pekalongan, Susianto, Selasa (9/12) kemarin. (Faiz Urhanul Hilal/Radar Semarang)

KAJEN-Para pejabat Pemkab Pekalongan tersentak ketika sejumlah petugas Kejaksaan Negeri (Kejari) Kajen tiba-tiba mendatangi tempat kerja mereka, Selasa (9/12) kemarin. Kedatangan tiba-tiba itu, dilakukan dalam rangka memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia yang diawali dengan upacara di halaman kantor Kejari Kajen.

Begitu tiba di lokasi, rombongan yang dipimpin Kepala Kejari (Kajari), Ahelya Abustam menyasar semua ruang kerja pejabat di lingkungan Sekretariat Daerah (Sekda) Pemkab Pekalongan. Para pejabat yang ditemui kemudian diberikan selebaran dan stiker sebagai sosialisasi anti korupsi, tak terkecuali sejumlah staf.

Ahelya mengatakan bahwa kedatangannya yang tiba-tiba itu memang disengaja. Itu sebagai wujud keseriusan pemberantasan korupsi. Bahkan, pihaknya juga melakukan sosialisasi dengan memberikan selebaran dan stiker anti korupsi kepada jajaran Pemkab Kajen. “Kami memang sengaja datang tiba-tiba, tanpa pemberitahuan sebelumnya. Kami ingin menyosialisasikan tentang anti korupsi,” ungkapnya.

Ahelya memaparkan, pihaknya sengaja menjadikan kantor Bupati Kajen sebagai jujukan utama. Sebab dari sejumlah kasus korupsi, banyak yang melibatkan para pejabat pemerintahan. Sejumlah pejabat pemerintah yang didatangi rombongan Kejari di antaranya, Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Pekalongan, Susianto; Asisten Pemerintahan, Afib, dan Kepala Bagian Humas Anis Rosidi.

“Sosialisasi anti korupsi ini memang lebih tepat di kantor pemerintahan. Selain mengingatkan, juga mewanti-wanti agar para pejabat khususnya, dan umumnya masyarakat jangan sampai melakukan korupsi,” jelasnya.

Sekda Pemkab Pekalongan, Susianto mengatakan bahwa pihaknya menyambut positif kedatangan Kejari dalam rangka sosialisasi tersebut. “Adanya sosialisasi akan kami sampaikan kepada rekan-rekan PNS (Pegawai Negeri Sipil) di lingkungan Kabupaten Pekalongan,” ungkapnya.

Susianto menambahkan, pihaknya menyadari bahwa praktik korupsi bukan hanya menyeret golongan PNS, melainkan pihak swasta juga. “Oleh karena itu, sosialisasi akan bisa mengingatkan semua pihak agar bekerja lebih hati-hati,” jelasnya.
Setelah menjajaki Pemkab, rombongan Kejari menuju perempatan Sibeduk, Kota Kajen.Seorang pengguna jalan, Roni, 42, berharap, sosialisasi anti korupsi tersebut bukan hanya pemanis. Sebab sudah menjadi rahasia umum bahwa sejumlah pejabat bahkan penegak hukum terlibat kasus korupsi.

“Semoga benar-benar memberantas korupsi. Terutama para pejabat. Termasuk juga penegak hukumnya sendiri. Kalau masyarakat kecil seperti saya, apanya yang dikorupsi,” ungkap warga Kecamatan Talun tersebut.

Kasie Intel Kejari Kajen, Sudarto menambahkan, istilah petugas pemberantas korupsi terlibat korupsi atau menyapu dengan sapu kotor telah menjadi bahan introspeksi di tubuh Kejari. “Hari anti korupsi ini sebagai bahan introspeksi diri kami. Dua minggu sekali, kami adakan siraman rohani supaya bekerja dengan hati-hati dan tidak melakukan korupsi,” paparnya. (mg8/ida)