PERCANTIK KOTA: Seorang pekerja sedang mengecat taman di tepi Sungai Tuntang Lama, kemarin. (Wahib Pribadi/Radar Semarang)
 PERCANTIK KOTA: Seorang pekerja sedang mengecat taman di tepi Sungai Tuntang Lama, kemarin. (Wahib Pribadi/Radar Semarang)

PERCANTIK KOTA: Seorang pekerja sedang mengecat taman di tepi Sungai Tuntang Lama, kemarin. (Wahib Pribadi/Radar Semarang)

DEMAK – Pembangunan taman Kali Tuntang Lama antara depan Kodim 0716 hingga depan Pendopo Kabupaten, Jalan Kiai Singkil menghabiskan anggaran Rp 1 miliar. Sedangkan, untuk membangun tembok belakang kios souvenir yang berada ditepi sungai menghabiskan dana Rp 300 juta. Hingga kini, pembangunan taman tersebut masih belum selesai. Meski ada sebagian yang dilakukan pengecatan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, Pertambangan dan Energi (DPUPPE) Budi Harsono melalui Kabid Kebersihan dan Pertamanan, Kurnia Zauharoh mengatakan, pembangunan taman disepanjang Sungai Tuntang Lama itu sebagai bagian dari penataan kawasan Kota Demak. Selain taman Tuntang Lama, pihaknya juga membuat taman dipojok Kantor Kodim tepatnya yang berada didepan Pasar Bintoro.

Di taman itupula, patung buah belimbing yang semula dipasang di tengah jalan pertigaan dipindahkan ke taman baru tersebut. “Ini untuk mempercantik kota,” ujar Kurnia ini. Menurutnya, upaya penataan ini akan dilanjutkan pada 2015 mendatang. Diantaranya, menganggarkan Rp 200 juta untuk pemeliharaan taman kota, termasuk menata rumput Alun-Alun depan Masjid Agung Demak. Selain itu, menganggarkan dana Rp 400 juta untuk penataan kawasan hutan kota di Stadion KONI, Jalan Sultan Hadiwijaya dan Jalan Sultan Fatah. “Kita juga anggarkan Rp 500 juta untuk pemeliharaan lampu jalan antara Sayung hingga Karanganyar,” jelasnya.

Dia menambahkan, sebetulnya telah banyak ide yang digulirkan dalam penataan kota ini, namun apa boleh buat dana yang dibutuhkan masih cekak alias belum mencukupi. Untuk menambal kekurangan dana ini, sebetulnya telah diupayakan mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat. Namun, karena Demak belum memiliki perda khusus penataan gedung atau tata bangunan, maka bantuan belum bisa diakses. (hib/smu)