BERDESAK-DESAKAN: Para siswa SD Timulyo 02 terpaksa mengerjakan UTS di ruang perpustakaan karena pembangunan sekolah mereka mangkrak. (Eko Wahyu Budiyanto/Radar Semarang)
 BERDESAK-DESAKAN: Para siswa SD Timulyo 02 terpaksa mengerjakan UTS di ruang perpustakaan karena pembangunan sekolah mereka mangkrak. (Eko Wahyu Budiyanto/Radar Semarang)

BERDESAK-DESAKAN: Para siswa SD Timulyo 02 terpaksa mengerjakan UTS di ruang perpustakaan karena pembangunan sekolah mereka mangkrak. (Eko Wahyu Budiyanto/Radar Semarang)

TRIMULYO – Di saat siswa SD lain mengerjakan Ujian Tengah Semester (UTS) dengan tenang dan nyaman, sebaliknya siswa SD Negeri Trimulyo 2 Kecamatan Genuk harus mengerjakan UTS di ruang perpustakaan dan balai kelurahan yang panas. Para siswa terpaksa harus menempati kelas darurat lantaran pembangunan sekolah mereka mangkrak akibat pelaksana proyek terkena blacklist.

Seperti pernah diberitakan Radar Semarang beberapa waktu lalu, pembangunan ruang kelas SDN Trimulyo 2 yang menggunakan APBD Perubahan 2014 sekitar Rp 450 juta berhenti di tengah jalan. Padahal atap bangunan sudah telanjur dibongkar. Penyebabnya, lantaran pelaksana proyek CV Perdana Sakti terkena blacklist. Praktis, bangunan sekolah menjadi mangkrak, dan tidak bisa dipakai untuk proses belajar-mengajar.

Saat koran ini mendatangi sekolah tersebut kemarin (10/12), para siswa yang mengerjakan UTS di Balai Kelurahan Trimulyo mengeluh udara yang panas. Sedangkan yang di ruang perpustakaan terpaksa harus mengerjakan dengan berhimpitan. Pasalnya, ruang perpustakaan cukup sempit.

Kepala SD Negeri Trimulyo 02, Sulami, mengatakan, mangkraknya pembangunan sekolahnya lantaran mengalami gagal lelang. Akibatnya, sebanyak 150 siswa sekolah ini terpaksa memanfaatkan dua ruang yang masih tersisa sebagai tempat belajar mengajar. Yakni, ruang perpustakaan dan kelas yang direndam rob.

“Kami juga memanfaatkan Balai Kelurahan Trimulyo jadi tempat siswa mengikuti ujian tengah semester dan kegiatan belajar mengajar setiap hari dengan bergantian,” ungkapnya.

Dikatakan, pihak sekolah terpaksa mengatur jadwal ulang pemakaian ruang kelas. Siswa kelas 1 dan kelas 2 masuk pagi, diteruskan kelas 3 masuk siang. “Kelas 6 di ruang perpustakaan dan kelas 5 pinjam aula kelurahan,” ujar Sulami.

Sulami mengatakan, setelah kondisi sekolahnya diberitakan Radar Semarang, Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang Bunyamin dan sejumlah pejabat disdik telah datang ke SDN Trimulyo 2. Dan, dipastikan pada Desember ini dilakukan lelang ulang, sehingga pada awal 2015 pembangunan sekolah bisa kembali dilanjutkan.

Hal senada diungkapkan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi. Ia berharap proses lelang pembangunan SD Negeri Trimulyo 02 Genuk dilakukan pada Desember ini. Sehingga awal 2015, pembangunan sudah bisa dilakukan. “Pembangunan ruang kelas yang gagal dilaksanakan pada masa anggaran 2014, harus menjadi prioritas Dinas Pendidikan. Karena menyangkut kegiatan belajar mengajar (KBM) anak didik,” kata Hendi, sapaan akrab wali kota.

Dijelaskan, pembangunan ruang kelas SD Trimulyo 02 Genuk rencananya menggunakan anggaran perubahan 2014. Proses lelang sudah dilakukan hingga memunculkan pemenang. Tapi CV Perdana Sakti selaku pemenang lelang telah masuk daftar hitam (blacklist) di daerah lain. Sehingga pemkot terpaksa menggugurkan pemenang tersebut. (ewb/aro)