ADENNYAR WYCAKSONO/RADAR SEMARANG
ADENNYAR WYCAKSONO/RADAR SEMARANG
ADENNYAR WYCAKSONO/RADAR SEMARANG

MENJUAL suatu produk tentunya tidak mudah. Tapi, tidak bagi Restu Eriyanti. Dara manis kelahiran Kendal, 31 Mei 1989 ini mengaku enjoy menjadi sales counter Nissan Datsun Majapahit, Semarang. Selain menjadi sales, Ririen – sapaannya– juga kerap menjadi master of ceremony atau MC.

“Dua pekerjaan ini menurut saya saling mendukung. Apalagi sebelum bekerja di diler pada Juni lalu, saya sudah jadi MC sejak 2008, jadi nggak ada kesulitan. Hanya saja, kalau sales harus menawarkan suatu produk,” kata gadis berzodiak Gemini ini kepada Radar Semarang.

Ririen mengenang, sebelum serius menjadi MC, ia sempat terjun di dunia modeling. Ia pernah mengikuti ajang pemilihan bintang sinetron dan video klip se Jateng-DI Jogjakarta pada 2007. Dari situ, Ririen selalu mendapatkan tawaran untuk jadi model. Tanpa sengaja ia juga mendapatkan job menjadi MC.

“Kalau MC, saya belajar secara otodidak. Ternyata justru banyak mendapat tawaran, akhirnya saya memilih dunia MC ketimbang modeling,” ucap Ririen.

Menurut Ririen, MC adalah hobi yang menghasilkan uang. Kemahiran di dunia MC itu juga yang membawanya ke dunia otomotif. “ Dulu pernah jadi MC di acara Nissan, terus ada lowongan di sana. Iseng-iseng daftar, ternyata diterima. Enjoy sih, kerena keduanya bisa jalan bareng. Biasanya tawaran MC saya terima kalau off kerja,” ujar alumnus jurusan Ekonomi Pembangunan Universitas Negeri Semarang (Unnes) ini.

Diakui, ada suka dan duka saat menjadi sales mobil. “ Kalau jadi sales, kadang di-PHP-in (pemberi harapan palsu, Red) oleh calon konsumen. Kadang itu yang bikin sebel, tapi ya balik lagi wong pembeli adalah raja,” ucapnya sambi tesenyum.

Ke depan, perempuan berwajah manis ini ingin membuka usaha sendiri di bidang fashion. “kalau sudah punya modal, penginnya buka butik barang-barang yang limited edition,” katanya. (den/aro)