RADAR SEMARANG
 LOMPATAN EMAS: Atlet lompat indah putri Jateng Vidya Ayu Irniasari sukses merebut medali emas di perlombaan hari pertama cabor atletik PON Remaja I kemarin, di Stadion Atletik Unesa. Vidya mencatatkan lompatan sejauh 5.19 meter. (BASKORO S/RADAR SEMARANG)

LOMPATAN EMAS: Atlet lompat indah putri Jateng Vidya Ayu Irniasari sukses merebut medali emas di perlombaan hari pertama cabor atletik PON Remaja I kemarin, di Stadion Atletik Unesa. Vidya mencatatkan lompatan sejauh 5.19 meter. (BASKORO S/RADAR SEMARANG)

SURABAYA – Perolehan medali kontingen Jawa Tengah di Pekan Olahraga Nasional (PON) Remaja I yang berlangsung di Surabaya masih seret. Sepanjang hari kemarin (10/12), Jateng total hanya menambah dua medali emas, satu perak dan tiga perunggu. Total Jateng baru mengumpulkan tiga medali emas, satu perak dan lima perunggu.

Dua medali emas diperoleh Jateng dari kolam renang atas nama Sagita Putri dan dan lintasan atletik yang dipersembahkan Vidya Ayu Irniasari. Di cabor panahan yang digelar di kompleks olahraga KONI Jatim kemarin, Jateng menyabet satu medali perak dan satu perunggu. Dua medali cabor panahan tersebut disumbangkan oleh Avrellia Cynthia Dea Permatasari di nomor compound putri dan mix tim compound. Sementara satu medali perunggu di capor renang kemarin di raih oleh A Reckyardo di nomor 100 meter gaya punggung putra dengan catatan waktu 1 menit 02.55 detik.

Dari cabor atletik, dari total 10 medali emas yang diperebutkan Jateng hanya mampu meraih satu medali emas dan satu medali perunggu. Digelar di Stadion Atletik Unesa Surabaya kemarin, medali emas Jateng disumbang oleh atlet lompat indah putri Vidya Ayu Irniasari. Pada perlombaan hari pertama cabor atletik kemarin, Vidya mencatatkan lompatan sejauh 5.19 meter.

Atlet tuan rumah Jatim, Febri Wiji Lestari harus puas dengan medali perak dengan lompatan sejauh 5.14 meter, dan medali perunggu diraih wakil dari Bali, Ni Luh Mitayuni dengan lompatan sejauh 5.13 meter.

Satu medali perunggu bagi Jateng dari cabor atletik kemarin disumbangkan oleh Vivi Tri Setianti melalui nomor lari 3.000 meter putri. Vivi mencatatkan waktu 10 menit 51.46 detik, di belakang peraih perak Radavi Rahmenia (Sumatera Barat) dengan catatan waktu 10 menit 47.82 detik. Medali emas disabet atlet Nusa Tenggara Timur, Delfita Lodia dengan catatan waktu terbaik 10 menit 24.59 detik. “Vidya di awal memang kami prediksi bisa mendapat emas, meski di nomor lompat jauh putri persaingannya cukup ketat,” terang pelatih Jateng, Ponco Agus.

Namun sayang, keberhasilan Vidya di nomor lompat jauh dan Vivi di nomor lari 800 meter tak diikuti oleh atlet Jateng di delapan nomor lainnya. Termasuk nomor lari 200 meter putra dan putri yang digadang-gadang bisa menyumbang medali untuk Jateng.

Dua sprinter putri Jateng Febiola Francelia yang digadang merebut medali emas hanya berhasil finish di peringkat empat dengan catatan waktu 27.17 detik. Kemudian Nabila Sofwan finish di peringkat enam dengan catatan waktu 27.05 detik. Begitu juga di nomor lari 200 meter putra, sprinter andalan Jateng, Edo Chandra gagal menyumbangkan emas.

Febiola maupun Edo masih berpeluang menyabet medali di noor lari 100 meter putra dan putri yang digelar Jumat (12/12) mendatang.

Sementara di hari kedua cabor atletik yang akan digelar hari ini. Jateng kembali diperebutkan total 10 medali emas. “Di nomor lari 800 meter Aji Kurnia juga berhasil masuk final besok (hari ini, Red). Kemudian di nomor lari 400 meter gawang putra Rizki Bayu juga berpeluang meraih medali,” pungkas Ponco Agus. (bas/smu)