TERTIDUR: Kepala Sub-Bagian Humas Polres Magelang Kota AKP Esti Dwi Wardiani saat menginterograsi tersangka pencuri pikap. (PUPUT PUSPITSARI/RADAR KEDU)
 TERTIDUR: Kepala Sub-Bagian Humas Polres Magelang Kota AKP Esti Dwi Wardiani saat menginterograsi tersangka pencuri pikap. (PUPUT PUSPITSARI/RADAR KEDU)

TERTIDUR: Kepala Sub-Bagian Humas Polres Magelang Kota AKP Esti Dwi Wardiani saat menginterograsi tersangka pencuri pikap. (PUPUT PUSPITSARI/RADAR KEDU)

MAGELANG–Seorang anggota komplotan pencuri mobil dini hari kemarin dibekuk petugas Polres Magelang Kota. Tersangka berinisial RH. Ia dibekuk di rumahnya di Desa Campursari, Kecamatan Kertek, Kabupaten Wonosobo, saat tertidur pulas. Pria 32 tahun itu hanya bisa pasrah saat polisi menciduknya.

RH mengaku terpaksa terlibat pencurian mobil karena terhimpit ekonomi. Ia tergiur uang yang dijanjikan oleh temannya. Karena itu, dia nekat mencuri bersama dua rekannya: UG dan MJ. Keduanya masih buron. Kepada polisi, RH mengaku tak kenal dekat dengan tersangka lainnya. “Saya cuma kenal satu, satunya tidak kenal,” katanya dengan nada lirih, kemarin.
Ia mengaku hanya sebagai sopir. Sedangkan dua temannya menjadi eksekutor. Dari sistem bagi hasil, bapak dua anak itu mengaku mendapatkan bayaran Rp 500 ribu per sekali beraksi.

“Saya hanya sebagai sopir saja. Uang hasil curian saya gunakan untuk membeli sandal dan buat makan sekeluarga,” tuturnya, yang mengaku sudah empat kali terlibat pencurian mobil pikap.

Kapolres Magelang Kota AKBP Zain Dwi Nugroho, mengatakan, penangkapan RH berdasarkan informasi warga. “Setidaknya dia pernah terlibat empat kasus pencurian mobil pikap, yakni di Perum Korpri, Armada, Kebonpolo, dan Kampung Nambangan Kota Magelang.”

Kendati mengakui perbuatannya, RH tak bisa menunjukkan keberadaan dua temannya. “Kami masih terus memburu dua tersangka lainnya.”

Kepala Sub-Bagian Humas Polres Magelang Kota AKP Esti Dwi Wardiani menambahkan, modus kejahatan para tersangka dengan mencongkel dan merusak karet kaca mobil bagian belakang. Setelah berhasil membobol, tersangka dengan leluasa masuk ke kabin mobil dan menyalakan mesin, menggunakan kunci T lalu dibawa kabur.

“Saat beraksi, mereka menggunakan mobil rental Wonosobo dengan jenis Toyota Avanza H 9014 S. Kami menyita mobil tersebut sebagai barang bukti.”

Tersangka hanya berhasil menyebut satu mobil pikap curiannya. Yaitu, Suzuki Futura AA 1827 HA milik Edi Suyono, 47, warga Perum Korpri Kota Magelang. RH terancam dijerat pasal 363 KUHP tentang Pencurian. Hukumannya di atas 5 tahun penjara. (put/isk)