Lagi, Dua Bocah Tenggelam di Sungai

127
BAHAYA : Kubangan yang menewaskan dua bocah di Kali Pabelan menjadi tontonan warga, kemarin sore. (MUKHTAR LUTFI/Radar Kedu)
 BAHAYA : Kubangan yang menewaskan dua bocah di Kali Pabelan menjadi tontonan warga, kemarin sore. (MUKHTAR LUTFI/Radar Kedu)

BAHAYA : Kubangan yang menewaskan dua bocah di Kali Pabelan menjadi tontonan warga, kemarin sore. (MUKHTAR LUTFI/Radar Kedu)

MUNGKID– Dalam kurun tiga hari, kasus orang tenggelam terjadi di Kabupaten Magelang. Selasa (9/12), dua anak asal Desa Pabelan Kecamatan Mungkid Kabupaten Magelang ditemukan tak bernyawa setelah tenggelam di kubangan bekas galian C di Kali Pabelan.

Menurut informasi yang dihimpun koran ini, kedua bocah malang itu bernama Helena Joice, 8 dan Sherlin Elfareta, 8. Keduanya diduga tak bisa berenang sehingga tenggelam di kubangan tersebut.

Paryanti, 40, saksi mata, mengatakan ,awalnya keduanya bermain di sekitar sungai bersama rekan-rekannya. Salah satu rekan korban adalah anaknya. “Tadi mereka hanya bermain di pinggir sungai,” kata Paryanti.

Namun beberapa saat kemudian, bocah-bocah itu mulai menghilang. Mereka turun ke sungai dan mendekati kubangan bekas galian C yang dipenuhi air. Kedalamannya diperkirakan mencapai 2,5 meter. “Anak-anak itu terpeleset. Bukan mau berenang,” katanya.

Dia mengaku tidak mengetahui persis tenggelamnya bocah tersebut. Hanya saja, dia sempat mendengar teriakan putrinya yang sedang berada tak jauh dari posisi dua bocah kelas 3 SD di Muntilan ini. “Anak saya teriak-teriak, Mbak Helen ora mumbul-mumbul (Mbak Helen tidak muncul-muncul). Saya kaget langsung mencoba menyelamatkan tetapi sudah tidak bisa,” imbuhnya.

Paryanti kemudian memberitahu sejumlah warga atas kejadian tersebut. Lantas, sejumlah warga mengevakuasi jasad dua bocah tersebut dari dasar kubangan. Hingga sore tadi, sejumlah warga melihat lokasi kejadian. Sementara suasana duka masih menyelimuti keluarga dua bocah ini.

Kasubag Humas Polres Magelang AKP Edi Sukrisna mengatakan, kedua korban meninggal murni karena kecelakaan. “Tidak ada unsur kekerasan,” katanya.

Kejadian ini, kata dia menjadi perhatian serius petugas kepolisian. Pasalnya, dalam kurun waktu tiga hari ada empat orang meninggal di sungai. Tiga diantaranya anak-anak. “Kami mengimbau kepada masyarakat untuk menjauhi sungai karena ini musim penghujan. Sewaktu-waktu bisa terjadi banjir,” ungkapnya.

“Kepada orang tua kami juga meminta supaya anaknya dijaga dan diawasi jika main di dekat sungai,” tambahnya. (vie/ton)