Jateng Targetkan Tiga Besar Perolehan Medali

180
MERIAH: Ratusan penari turut memeriahkan pembukaan Pekan Olah Raga Nasional (PON) Remaja I yang digelar di DBL Arena, Surabaya, kemarin malam. (Baskoro Septiadi/Radar Semarang)
MERIAH: Ratusan penari turut memeriahkan pembukaan Pekan Olah Raga Nasional (PON) Remaja I yang digelar di DBL Arena, Surabaya, kemarin malam. (Baskoro Septiadi/Radar Semarang)
MERIAH: Ratusan penari turut memeriahkan pembukaan Pekan Olah Raga Nasional (PON) Remaja I yang digelar di DBL Arena, Surabaya, kemarin malam. (Baskoro Septiadi/Radar Semarang)

SURABAYA – Ajang multievent empat tahunan Pekan Olahraga Nasional (PON) Remaja I malam (9/12) kemarin resmi dibuka. Sebanyak 15 cabang olahraga (cabor) yaitu anggar, atletik, bola basket, voli pantai, badminton, judo, loncat indah, menembak, panahan, pencak silat,renang, senam, sepakbola, tenis lapangan, dan tenis meja, menjadi cabor yang bakal diperebutkan medalinya.

Pembukaan digelar dengan meriah di DBL Arena, Surabaya. PON Remaja pertama kemarin resmi dibuka oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi yang disaksikan oleh perwakilan kontingen dari 34 Provinsi dengan total terdapat total 2.575 atlet dan official.

Menpora mengatakan, Remaja pertama yang diselenggarakan di Jatim kali ini merupakan langkah awal pembinaan bibit-bibit atlet yang ada di masing-masing daerah sehingga ke depan mereka bisa menjadi tulang punggung Negara di kancah Internasional. “PON Remaja adalah langkah awal untuk rekrutmen atlet-atlet kita disemua cabang olahraga yang dilaksanakan. Kami sedang melihat dan menilai standar rekrutmen atlet dan penyelenggaraannya seperti apa, baru nanti akan diputuskan,” Kata Menpora.

Sebelum pembukaan kemarin lebih dahulu digelar prosesi kirab api PON Remaja yang dimulai Gedung Negara Grahadi Surabaya. Kirab dipimpim Wakil Gubernur Jatim, Saifullah Yusuf yang juga Ketua PB PON Remaja I pada pukul 15.15 WIB.

Prosesi kirab dimulai dengan penyulutan api oleh wagub yang akrab disapa Gus Ipul itu yang selanjutnya diserahkan pada 10 remaja atlet atletik lari dan diiringi marching band dari SDN Margorejo I Surabaya.
Dalam kirab yang menempuh jarak 10 KM tersebut dibagi menjadi dua regu. Regu pertama bakal mengkirab obor dari Grahadi hingga Taman Bungkul. Lalu dari Taman Bungkul secara estafet digantikan 10 atlet atletik lari yang lain menuju DBL Arena. “Mungkin PON Remaja yang digelar 4 tahun sekali ini bisa digelar lagi di Jatim 20 atau bahkan 50 tahun lagi. Yang pasti dalam waktu yang lama. Berikan yang terbaik. Semua usaha telah dilakukan. Buat kesan yang baik. PON Remaja ini bukan hanya milik KONI pelatih atau atlet tapi milik rakyat Indonesia,” katanya.

Kontingen Jateng menyatakan kesiapan mereka untuk turun di ajang PON Remaja ini. Total Jateng akan mengusung 112 atlet dan 56 official yang akan bertarung di 113 nomor dari total 133 nomor pertandingan yang akan dipertandingkan di ajang multievent empat tahunan yang pertama tersebut.

Ketua kontingen Jateng, Sukahar ditemui kemarin mengatakan, di PON Remaja kali ini Jateng membidik target realistis yaitu masuk dalam tiga besar perolehan medali. “Kalau juara umum saat ini memang masih berat karena di tingkatan remaja persaingannya juga cukup ketat. Yang pasti kami akan berjuang untuk masuk tiga besar perolehan medali,” katanya.

Selain itu Sukahar juga mengatakan, ajang PON Remaja di Jatim kali ini akan menjadi pembelajaran tersendiri bagi Jateng mengingat 2017 mendatang Provinsi ini ditunjuk sebagai tuan rumah PON Remaja II. (bas/zal)