Hujan, Waspada DBD dan Diare

147

TEMANGGUNG–Musim hujan selain identik dengan bencana alam juga identik dengan serangan penyakit demam berdarah dengue (DBD). Musim hujan merupakan musim berkembangbiaknya nyamuk aedes aigepty yang menjadi penyebar penyakit ini. Serangan nyamuk ini dapat terjadi secara massal dalam satu tempat.

“Masyarakat perlu mewaspadai penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk aedes aigepty ini karena Temanggung saat ini termasuk endemis DBD,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Temanggung, Suparjo.

Ia mengatakan penanganan atau pencegahan paling bagus adalah dengan pemberantasan sarang nyamuk dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. “Akhir-akhir ini ada kecenderungan setiap terjadi kasus DBD masyarakat minta di daerahnya di-fogging atau pengasapan, padahal fogging ini merupakan pilihan terakhir,” katanya.

Selain DBD, katanya, kasus yang sering muncul saat musim hujan adalah diare. Penyakit ini pernah terjadi kejadian luar biasa (KLB) di beberapa titik pada tahun-tahun sebelumnya. “Upaya antisipasi penyakit ini adalah dengan makan makanan bergizi dan sehat serta mencuci tangan menggunakan sabun di air yang mengalir,” katanya.

Kepala Seksi Pengamatan dan Pencegahan Penyakit (P2P), Bidang Pengamatan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL), Dinkes Temanggung, Sukamsih mengatakan, sejak Januari 2014 hingga sekarang terdapat 235 kasus DBD di Temanggung. Dari sejumlah kasus DBD tersebut, satu penderita meninggal dunia di RSU Temanggung pada Oktober lalu.

Ia menuturkan daerah terbaru yang dinyatakan KLB DBD oleh Dinkes antara lain Lingkungan Jampirejo Kecamatan Temanggung dan Kauman Parakan. Untuk kasus KLB diare di Dusun Ngebong Desa Pingit Kecamatan Pringsurat pada satu bulan lalu dengan jumlah penderita 9 orang dan di Desa Nguwet Kecamatan Kranggan pada dua pekan lalu dengan jumlah penderita 31 orang. (zah/ton)