Tuntut Revisi UMK atau Ganjar Turun

162
KEPUNG GUBERNURAN: Puluhan buruh dari Semarang, Demak, Kendal dan Ungaran kembali berunjuk rasa di Kantor Gubenuran menuntut dilakukannya revisi UMK, Senin (8/12) kemarin. (Adityo Dwi/RADAR SEMARANG)
 KEPUNG GUBERNURAN: Puluhan buruh dari Semarang, Demak, Kendal dan Ungaran kembali berunjuk rasa di Kantor Gubenuran menuntut dilakukannya revisi UMK, Senin (8/12) kemarin. (Adityo Dwi/RADAR SEMARANG)

KEPUNG GUBERNURAN: Puluhan buruh dari Semarang, Demak, Kendal dan Ungaran kembali berunjuk rasa di Kantor Gubenuran menuntut dilakukannya revisi UMK, Senin (8/12) kemarin. (Adityo Dwi/RADAR SEMARANG)

GUBERNURAN – Ratusan buruh yang tergabung berbagai aliansi buruh di Jateng kembali melakukan aksi demonstrasi di depan Kantor Gubernuran, Senin (8/12) kemarin. Dalam aksinya, buruh yang berasal dari Semarang, Demak, Kendal dan Ungaran, tetap ngotot merivisi UMK Jateng. Jika tidak direvisi, buruh menuntut agar Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo turun.

Dengan menggunakan berbagai spanduk revisi UMK, buruh berorasi secara bergantian. Buruh menilai, Ganjar tidak pernah mengakomodasi kesejahteraan buruh di Jateng. Buruh juga memberikan surat terbuka kepada gubernur yang dinilai gagal menyejahterakan buruh di Jateng. ”Ganjar hanya mementingkan diri sendiri. Tidak pernah memperhatikan buruh,” kata buruh dalam orasinya.

Dalam aksinya, buruh bakal melakukan demonstrasi selama UMK tidak direvisi. Sebab mininal UMK di Jateng masih kecil dan tidak semua mengalami kenaikan 2 persen akibat kenaikan BBM. Buruh bahkan mengancam akan menurunkan Ganjar, karena hanya banyak omong dan tidak pernah memperhatikan kesejahteraan rakyat. ”Ganjar banci, hanya bersembunyi di balik gedung. Ayo temui buruh,” imbuhnya.

Tidak hanya Ganjar, DPRD Jateng tidak luput dari cacian buruh. Mereka menilai DPRD yang merupakan wakil rakyat, justru mengabaikan hak rakyat. Janji dewan untuk memfasilitasi dan mendesak Gubernur merevisi UMK juga hanya omong kosong. ”Anggota dewan sama saja, banci dan hanya mementingkan kepentingan sendiri. Mereka janji akan mendukung buruh, tapi nyatanya tidak,” tambah koordinator aksi, Nanang Setiono.

Dalam kesempatan itu, aliansi buruh membuat surat terbuka untuk Ganjar Pranowo. Setidaknya ada empat poin yang ditulis buruh untuk diketahui publik. Di antaranya standardisasi UMK tidak jelas, karena survei KHL yang hanya sampai September, tidak menghitung adanya dampak kenaikan BBM, paradigma UMK adalah KHL serta tidak memperhitungkan prediksi kenaikan tingkat harga dari komponen KHL tahun depan. ”Awalnya kami kira Anda (Ganjar, Red) bisa untuk mengubah nasib buruh. Tapi nyatanya itu omong kosong. Jika tidak direvisi UMK, Ganjar harus turun,” tambahnya.

Buruh menegaskan bakal menguasai kantor gubernuran dan DPRD Jateng. Buruh bahkan akan terjun ke lapangan untuk menuntut revisi UMK, Selasa (9/12). ”Buruh selalu menjadi korban, yang tidak diperhatikan aspirasinya. Kami akan turun ke jalan dengan 20 ribu massa,” tambahnya. (fth/ida/ce1)