Siswa SDN Kraton Doakan Istanti

175
DOA UNTUK SANG GURU : Siswa-siswi Kelas IVA SDN Kraton, Pekalongan mendoakan guru mereka, Istansi yang menjadi korban pembunuhan. Doa bersama digelar sebelum kegiatan belajar mengajar (KBM) berlangsung kemarin. (Hanafi/radar semarang
 DOA UNTUK SANG GURU : Siswa-siswi Kelas IVA SDN Kraton, Pekalongan mendoakan guru mereka, Istansi yang menjadi korban pembunuhan. Doa bersama digelar sebelum kegiatan belajar mengajar (KBM) berlangsung kemarin. (Hanafi/radar semarang

DOA UNTUK SANG GURU : Siswa-siswi Kelas IVA SDN Kraton, Pekalongan mendoakan guru mereka, Istansi yang menjadi korban pembunuhan. Doa bersama digelar sebelum kegiatan belajar mengajar (KBM) berlangsung kemarin. (Hanafi/radar semarang

PEKALONGAN- Siswa Kelas IVA SDN Kraton, Pekalongan, melakukan doa bersama untuk guru kelas mereka, Istanti, 26 yang tewas dibunuh. Doa bersama dilakukan sebelum kegiatan belajar mengajar (KBM) dimulai pada Senin (8/12). Sejumlah siswi yang mengetahui gurunya meninggal langsung histeris.

Satu di antara siswi yang menangis histeris itu bernama Chika, yang membuat guru harus menenangkannya hingga 30 menit lamanya. Guru Kelas IVB, Sunarjito mengaku, harus mendiamkan Chika yang menangis hingga hampir satu jam. “Sebab hanya sebagian yang mengetahui gurunya meninggal. Sedangkan sebagian lagi baru mengetahui pagi ini. Makanya sangat kaget dan merasa kehilangan,” kata guru pengganti untuk kelas IVA tersebut.

Sunarjito menjelaskan, KBM yang diawali ulangan mata pelajaran itu menjadi terganggu. “Ya tadi saya harus mendiamkan dulu sekitar 30 menit sampai satu jam. Baru bisa diam. Sehingga jam mulai ulangan juga diundur,” kata dia.

Kepala SDN Kraton Pekalongan, Suwartaya mengatakan, banyak siswa yang sedih karena Istanti dikenal sebagai guru yang baik. “Sebagian murid rumahnya ada yang jauh dari sini. Jadi baru tadi pagi mengetahui guru jelasnya meninggal. Makanya tadi pagi bersama-sama kita membaca surat An-Nas, Al-Alaq, dan Al-Ikhlas,” katanya.

Menurutnya, Istanti baru 10 bulan mengajar di sekolah itu. Dia dikenal sebagai guru yang baik. “Kami bersama rombongan guru lainnya ikut takziah saat pemakamannya di Banyumas,” jelasnya.

Istanti yang meninggal di umur 26 tahun 26 hari tersebut walaupun belum genap setahun mengajar sangat dekat dengan siswa dan wali murid. Salamah, 30 warga Bandengan orang tua siswa mengungkapkan bahwa guru Istanti orangnya telaten saat mengajar anaknya. “Almarhumah baik banget orangnya, kami sangat sayang sama dia. Bahkan kemarin saat ulang tahun dirayain murid di kelas” ucapnya sambil menangis.

Kapolsek Pekalongan Barat, Kompol Hartono mengatakan, pihaknya masih melakukan pengejaran terhadap pelaku yang diduga masih berada di sekitar Pekalongan. “Pelaku masih dalam pengejaran kepolisian dan sejumlah saksi telah kami minta keterangan,” ujarnya. (han/ric)