Penggarap Pasar Mranggen Terancam Blacklist

185

DEMAK- Pemkab Demak telah memberikan peringatan berkali-kali kepada rekanan pemenang lelang pembangunan Pasar Mranggen. Jika tidak diindahkan peringatan itu, rekanan penggarap proyek, yakni PT Haka Utama asal Makassar bisa di blacklist atau dicoret. Ini karena proses pembangunan Pasar Mranggen terus molor sehingga dikhawatirkan proyek senilai Rp 15 miliar itu tidak bisa diselesaikan akhir Desember ini.

Kabag Pembangunan Setda Pemkab Demak, Agus Musyafa mengatakan, pihaknya mengingatkan jangan sampai proyek belum selesai hingga akhir tahun anggaran. Karena itu, berbagai upaya dilakukan untuk percepatan pembangunan Pasar Mranggen itu. Termasuk melalui sosialisasi. “Rekanan sudah kita tegur berkali-kali atau lebih dari satu kali,” ungkap Agus, kemarin.

Menurutnya, hingga kini masih ada kendala soal lelang aset Pasar Mranggen tersebut. Pemkab sebelumnya mematok harga Rp 1,8 miliar untuk lelang aset itu. Namun, hingga sekarang lelang aset belum tuntas. Lantaran aset pasar tertunda lagi, sehingga proses pembangunan molor lagi.

Selain itu, anggaran bantuan dari pemerintah pusat senilai Rp 5 miliar juga dipastikan tidak jadi dikucurkan. Karena itu, pembangunan Pasar Mranggen hanya menggunakan dana dari APBD Demak. Seperti diketahui, sekitar 1.300 pedagang Pasar Mranggen sebelumnya telah direlokasi ke pasar darurat di lapangan Desa Mranggen. Namun, pasca relokasi itu, kini proses pembangunan Pasar Mranggen belum sepenuhnya berjalan. Sebab, masih ada kendala lelang aset pasar yang belum selesai. (hib/ric)