Orangtua Bayi Ingin Anaknya Hidup

228
MASIH DIRAWAT : Bayi perempuan yang ditemukan warga Desa Capgawen Kecamatan Kedungwuni masih menjalani perawatan di RSI Pekajangan. (Faiz Urhanul Hilal/radar semarang)
 MASIH DIRAWAT : Bayi perempuan yang ditemukan warga Desa Capgawen Kecamatan Kedungwuni masih menjalani perawatan di RSI Pekajangan. (Faiz Urhanul Hilal/radar semarang)

MASIH DIRAWAT : Bayi perempuan yang ditemukan warga Desa Capgawen Kecamatan Kedungwuni masih menjalani perawatan di RSI Pekajangan. (Faiz Urhanul Hilal/radar semarang)

KAJEN – Meski akhirnya memutuskan untuk membuang anaknya sendiri, orang tua bayi perempuan yang ditemukan di pemukiman warga di Desa Capgawen Kecamatan Kedungwuni Kabupaten Pekalongan, Sabtu (6/12) pagi diduga masih menginginkan anaknya hidup. Sebab, meski kelahirannya diduga kuat tidak diinginkan, orang tua si bayi memutuskan untuk membuangnya di pemukiman warga.

Hal itu diungkap pakar psikolog dari Lembaga Perlindungan Perempuan dan Anak Kabupaten Pekalongan, Nur Agustin. Dipaparkannya, terdapat sejumlah faktor yang menyebabkan orang tua membuang anaknya. “Ada banyak faktor. Di antaranya gangguan psikologis yang diderita orang tua, kelahiran tidak diinginkan karena hasil hubungan gelap atau di luar nikah, maupun faktor keterbatasan ekonomi,” ungkapnya, Senin (8/12).

Terkait kasus pembuangan bayi berjenis kelamin perempuan yang ditemukan oleh warga, Nur mengatakan, kuat kemungkinan bayi cantik pemilik berat badan 2,4 kilogram dan panjang 48 cm itu merupakan hasil hubungan gelap atau di luar nikah. “Kenapa sampai dibuang. Kemungkinan hasil hubungan di luar nikah,” jelasnya.

Adanya kelahiran yang tidak diinginkan berakibat tekanan psikis berat yang dialami orang tua, terutama sang ibu. Nur memaparkan, ketakutan akan pandangan keluarga atau masyarakat tentang aib yang dilakukan orang tua menjadi pemicu tindakan membuang bahkan membunuh bayi. “Orang tua, terutama ibu ini mengalami benturan hebat. Antara membunuh dan membuang itu menjadi konflik yang hebat,” jelasnya.

Namun pada akhirnya, orang tua bayi memutuskan untuk tidak membunuh, melainkan membuangnya. Nur berujar, bahwa orang tua bayi juga masih menginginkan anaknya hidup. Hal itu terlihat dari lokasi pembuangan bayi yang terletak di pemukiman warga. “Orang tua si bayi jelas berharap anaknya agar tetap hidup, ada yang merawat, sehingga memilih lokasi pembuangan di pemukiman warga,” ungkapnya.

Sebagaimana diketahui, penemuan bayi tersebut terjadi sekira pukul 05.30 ketika sejumlah warga usai menjalankan salat subuh di sebuah masjid Desa Capgawen Kecamatan Kedungwuni. “Usai salat subuh, saya dengar suara bayi menangis. Suaranya dekat sekali. Ternyata di samping rumah saya,” ungkap Khusnul, warga yang menemukan bayi.

Bayi itu diduga sengaja dibuang oleh pasangan laki-laki dan perempuan yang sempat kepergok warga setempat beberapa saat sebelum si bayi ditemukan. Bayi malang itu akhirnya di bawa ke Rumah Sakit Islam (RSI) Pekajangan untuk dilakukan pertolongan. Dilihat dari kondisi saat ditemukan, bayi sudah beberapa hari lahir. Selain itu proses kelahiran jabang bayi diduga kuat juga ditangani tenaga profesional. Menilik kerapian tali pusarnya, saat proses persalinan bayi tersebut ditangani bidan.

Kasat Reskrim Polres Pekalongan AKP Sukirwanta mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk mengarah kepada pelaku pembuangan bayi. “Kondisi bayi, sehat. Kami masih telusuri pelaku. Sementara ini sudah ada beberapa warga yang menanyakan, terkait keinginan adopsi,” ujarnya. (mg8/ric)