Jalan Penghubung Desa Rusak Parah

187
LICIN : Kondisi jalan penghubung Desa Sidorejo – Penjalin – Kertomulyo - Tunggulsari yang rusak parah sehingga membahayakan pengguna jalan. (BUDI SETYAWAN/RADAR SEMARANG)
 LICIN : Kondisi jalan penghubung Desa Sidorejo – Penjalin – Kertomulyo - Tunggulsari yang rusak parah sehingga membahayakan pengguna jalan. (BUDI SETYAWAN/RADAR SEMARANG)

LICIN : Kondisi jalan penghubung Desa Sidorejo – Penjalin – Kertomulyo – Tunggulsari yang rusak parah sehingga membahayakan pengguna jalan. (BUDI SETYAWAN/RADAR SEMARANG)

KENDAL— Akses jalan penghubung empat desa di Kecamatan Brangsong Kabupaten Kendal rusak parah. Kerusakan jalan bahkan membahayakan bagi pengguna karena banyak lubang dan berlumpur akibat hujan.

Kerusakan jalan mulai terjadi dari Desa Sidorejo – Penjalin – Kertomulyo – Tunggulsari Kecamatan Brangsong. Sebagian besar kerusakan karena aspal jalan mengelupas dan membentuk lubang-lubang. Jalan yang berlubang menimbulkan kubangan air disertai lumpur keruh. Sehingga para pengguna jalan harus berhati-hati dan pelan-pelan ketika melewati lubang tersebut.

Selain itu, badan jalan berbatasan langsung dengan bibir sungai tanpa pembatas. Sehingga, sangat mengancam keselamatan bagi pengguna jalan jika terjatuh ataupun terpeleset ke sungai. “Ya memang begini kondisi jalan antar desa di Brangsong ini. Hampir semuanya rusak. Keluhannya saat musim kemarau jalan berdebu dan kalau musim hujan jalan licin dan berlumpur. Sehingga tak sedikit warga terutama anak-anak sekolah menjadi korban lantaran jatuh terpeleset,” kata Susi Nur Ajiyati, 27, warga Desa Tunggulsari.

Dikatakannya, kerusakan jalan sangat mengganggu aktivitas warga. Jarak tempuh sepanjang 5 kilometer yang seharusnya bisa ditempuh 10-15 menit dari Desa Tunggulsari ke Sidorejo, menjadi sekitar 30 menit.

Padahal jalan tersebut merupakan satu-satunya akses warga untuk beraktivitas baik ke sawah maupun ke desa-desa lain. Dengan kerusakan jalan, warga hanya bisa berharap agar Dinas Bina Marga Pemkab Kendal segera memperbaikinya.
Warga di empat desa diakuinya sempat mengaku senang dengan informasi rencana perbaikan infrastruktur jalan. Tapi, hingga saat ini perbaikan jalan dengan sistem betonisasi baru dilakukan pada sekitar 200 meter di Desa Sidorejo ke arah Desa Kertomulyo. “Kalau memang ada program perbaikan kami harap segera diperbaiki. Warga di sini sudah bertahun-tahun hidup tidak nyaman karena jalan rusak,” tandasnya.

Sutejo, 45, warga Desa Penjalin mengatakan, kerusakan jalan di desanya juga kerap menjadikan pengguna jalan terjatuh dan terpeleset, terutama pada musim hujan. “Meskipun hanya luka ringan, tapi ini sangat mengganggu pengguna. Yang namanya kecelakaan kan tidak bisa diprediksi luka-lukanya,” tuturnya.

Menurutnya, warga sudah jenuh dengan kondisi jalan rusak yang sudah bertahun-tahun tidak ada perbaikan itu. Padahal jalan menjadi akses yang sangat dibutuhkan karena sangat membantu aktivitas warga dan menumbuhkan ekonomi masyarakat.
Menanggapi hal tersebut Bupati Kendal, Widya Kandi Susanti menjelaskan perbaikan jalan di sejumlah desa termasuk Desa Kertomulyo, Sidorejo, Penjalin dan Tunggul tahun ini memang sengaja dihentikan. Hal itu mengingat sudah masa habis tahun anggaran berjalan. “Jika tetap dikerjakan, maka tidak akan selesai di tahun 2013 ini. Makanya dihentikan agar tidak menjadi masalah ketika ada pemeriksaan,” jelasnya.

Meski demikian ia meminta kepada camat setempat agar mengajukan kembali untuk dianggarkan lagi di 2014. “Harus cepat, agar bisa dikerjakan di awal tahun. Sehingga 2015 jalan-jalan di Kabupaten Kendal sudah baik,” jelasnya. (bud/ric)