Film Jadi Pengusir Galau

196
IST
IST
IST

MENONTON film bagi Serly Tamoly bisa jadi cara jitu mengusir galau. Ketika dirundung kejenuhan, dara kelahiran Semarang, 12 Februari 1989 ini langsung nongkrong di depan layar kaca setelah memasukkan piringan film di DVD player.

Soal genre, Serly, panggilan akrabnya, tidak mau ambil pusing. ”Apa pun suka. Mau action, horor, drama, animasi, atau komedi. Asal alurnya enak diikuti,” ungkapnya.

Saat weekend, alumnus SMA Negeri 1 Ungaran ini selalu menyantap film hampir setengah hari. Jika tak sempat bertandang ke bioskop, Serly memilih nonton film lewat streaming internet.

”Kadang pas pulang kerja, mampir toko penjual DVD film di mal untuk ditonton pas liburan,” papar karyawati di salah satu hotel besar di Semarang ini.

Jika mood-nya lagi bagus, Serly suka memutar film action animasi superhero. Menurutnya, film itu menyuguhkan hiburan yang fresh. Meski jelas-jelas menuntut permainan imajinasi, tapi kemasan fiksi ilmiah itu menarik untuk diikuti. ”Apalagi efek film dan pemainnya pasti bukan sembarangan,” beber pengagum film Transformer dan film tokoh Marvel ini.

Menurutnya, film animasi fiksi ilmiah lebih layak ditonton daripada film atau sinetron di televisi. Alur cerita dengan pendekatan teknologi yang ilmiah lebih bisa diterima meski terkadang itu sesuatu yang mustahil.

”Sebuah film dengan karya fiksi ilmiah ibarat mengetahui perkembangan teknologi beberapa tahun ke depan, dan aku rasa itu sebuah inspirasi yang kemungkinan bisa menjadi kenyataan,” jelas pemilik rambut panjang ini.

Imajinasi dalam film karya fiksi ilmiah bisa mengilhami seseorang mengadopsi cerita menjadi kenyataan. Ia pun menganalogikan, jika zaman dahulu kala penemu pesawat terbang, Wright bersaudara, pernah berangan-angan manusia bisa terbang dan mendapat cemoohan banyak ilmuwan dan masyarakat luas.

”Buktinya sekarang manusia bisa terbang dengan menciptakan aneka pesawat dan macamnya, itu berasal dari imajinasi liar sebuah teknologi yang orang banyak menyebutnya kala itu fiksi namun ternyata bisa dijawab secara ilmiah,” pungkasnya. (mg16/aro/ce1)