“Hal ini agar keduanya tidak melarikan diri atau kabur serta agar tidak menghilangkan barang bukti. Keduanya merupakan PPkom dan pihak rekanan” Kajari Salatiga Darmo Wijoyo melalui Kasi Pidsus Indra Wijaya

SALATIGA – Kejaksaan Negeri (Kejari) Salatiga akhirnya menahan dua tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan gedung diklat Rumah Sakit Paru ‘Ario Wirawan’ (RSPAW) Salatiga. Kedua tersangka adalah SP, 50, Direktur CV Heksa Prima Semarang dan Najib, 52, Pejabat Pembuat Komitmen (PPKom). Mereka dijebloskan ke Rumah Tahanan (Rutan) Salatiga Senin (8/12), sekitar pukul 16.30.

Kajari Salatiga Darmo Wijoyo melalui Kasi Pidsus Indra Wijaya menjelaskan, setelah keduanya ditetapkan tersangka beberapa waktu lalu dan Senin (8/1) ini dilanjutkan pemeriksaan, dan dari berbagai keterangan baik saksi maupun kedua tersangka, akhirnya telah cukup bukti dan keduanya ditahan dan dititipkan di Rutan Salatiga.

Sebelumnya, penyidik Kejari Salatiga juga telah melakukan pemeriksaan terhadap tidak kurang dari 16 saksi. Keduanya akan ditahan selama 20 hari, namun jika masih dibutuhkan penyidikan maka akan diperpanjang selama 40 hari. “Senin (8/12) ini, keduanya diperiksa dan setelah dinilai cukup bukti, akhirnya kita tahan. Hal ini agar keduanya tidak melarikan diri atau kabur serta agar tidak menghilangkan barang bukti. Keduanya merupakan PPkom dan pihak rekanan,” tandas Indra Wijaya ketika ditemui di Rutan Salatiga, Senin (8/12).

Ditambahkan, kasus yang menjerat kedua tersangka ini terkait dengan pembangunan gedung di RSP Ario Wirawan Salatiga yaitu pembangunan gedung diklat dengan anggaran sebesar Rp 2,1 miliar diambilkan dari APBN. Dari hasil cek fisik yang dilakukan oleh ahli dari Dinas Pekerjaan Umum (PU), ditemukan kerugian keuangan negara mencapai kurang lebih Rp 400 juta.

Sementara, kuasa hukum kedua tersangka, Priyo Pujono SH menyatakan, pihaknya akan secepatnya mengajukan penangguhan penahanan untuk kedua tersangka tersebut. Untuk masalah penahanan, hal itu merupakan kewenangan dari pihak Kejari Salatiga.“Kami selaku kuasa hukum secepatnya akan mengajukan penangguhan penahanan. Suratnya akan kami kirimkan Selasa (9/12) besuk pagi. Masalah penahanan itu telah menjadi kewenangan Kejari dan keduanya masuk Rutan Salatiga dalam keadaan sehat,” tandas Priyo Pujono saat dicegat di depan pintu masuk Rutan Salatiga, Senin (8/12). (sas/zal)