DEMAK – Paguyuban Distributor Pupuk Bersubsidi Demak menyerahkan sepenuhnya kasus penyelundupan pupuk ke Komisi Pengawas Pupuk dan Pestisida (KP3). Sebab, kasus tersebut sudah masuk kategori kriminal atau pidana murni.

Demikian disampaikan Ketua Paguyuban Distributor Pupuk Demak, H Wakiyo, kemarin. Menurutnya, pihaknya hingga kini belum mengetahui secara pasti perkembangan penanganan kasus dugaan penyelundupan pupuk ke luar daerah tersebut. Yang jelas, kata dia, sejauh ini 9 distributor tidak ada yang melakukan penyimpangan atas distribusi pupuk subsidi. “Tidak ada penyimpangan. Yang tertangkap sebelumnya kan bukan distributor,” terang Wakiyo.

Dia menegaskan, bila ada dugaan kenakalan yang dilakukan di luar distributor, pihaknya mempersilahkan KP3 bertindak tegas sesuai aturan yang berlaku. “Apapun bentuk pelanggaran ada sanksinya. Kalau misalkan ada pengecer ketahuan menjual pupuk ke luar daerah bisa diputus sepihak. Sanksi sudah tertuang dalam aturan yang ada,” katanya.

Wakiyo menuturkan, dalam pengamatannya selama ini yang termasuk rawan terjadi penyimpangan justru setelah dari pengecer. Sebab, pembeli pupuk dari pengecer bisa tergiur dengan harga di atas harga eceran tertinggi (HET). “Setelah pengecer memang agak lemah. Nah, agar itu tidak terjadi lagi kasus serupa, maka perlu membenahi mentalitas yang ada. Revolusi mental. Sebetulnya, sistemnya sudah bagus,” katanya.

Dia menambahkan, pihak distributor sebulan sekali melakukan rapat evaluasi terkait penyaluran pupuk. Para pengecer pun dikumpulkan agar mereka memahami betul mekanisme distribusi pupuk subsidi tersebut. “Kita sudah sering sampaikan dalam rapat evaluasi. Kita nasehati para pengecer agar tidak bermain-main,” jelasnya. Di Demak sendiri ada sekitar 500 pengecer yang tersebar di seluruh desa.

Terpisah, Kapolres Demak AKBP Raden Setijo Nugroho melalui Kasubag Humas AKP Zamroni mengatakan, penanganan kasus pupuk bersubsidi hingga kini masih dalam proses penyidikan kepolisian. “Belum ada perkembangan,” katanya, kemarin.
Sebelumnya, pihak Satreskrim Polres Demak telah menetapkan dua tersangka dalam kasus dugaan penyelundupan pupuk bersubsidi. Yakni, Suka Permana, 35, warga Desa Sidomukti Kecamatan Margoyoso, Pati, dan Purwanto, 50, warga Geyer, Grobogan. Ketika itu, polisi juga mengamankan barang bukti (BB) berupa truk nopol K 1917 GA dengan muatan pupuk subsidi seberat 7 ton atau 140 karung pupuk. Selain itu, truk K 1310 YF bermuatan 10 ton pupuk subsidi atau 200 zak atau karung. (hib/ric)