Bunyamin. (DOK/RADAR SEMARANG)
Bunyamin. (DOK/RADAR SEMARANG)
Bunyamin. (DOK/RADAR SEMARANG)

CANDISARI – Pelaksanaan Kurikulum 2013 (K13) mulai Senin (8/12) lalu dihentikan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Anies Baswedan, yang dijelaskan dalam surat edaran menteri, dan akan dikirim ke semua sekolah di seluruh Indonesia.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang, Bunyamin mengaku hingga kini pihaknya masih menunggu surat edaran kementerian tersebut. ”Sekarang masih menunggu surat tersebut datang. Ke depan nantinya akan kita koordinasikan per jenjang dari SD hingga SMA,” kata Bunyamin kepada Radar Semarang, Senin (8/12).

Terkait bentuk surat tersebut, dikatakan Bunyamin, masih belum diketahui. ”Edarannya nanti seperti apa juga belum tahu. Apakah nanti seperti surat edaran pada umumnya ataupun lewat email. Kalaupun lewat email, hingga kini kita (Disdik) belum menerimanya,” lanjut Bunyamin.

Terkait pendistribusian buku semester genap yang hingga kini belum terdistribusi secara menyeluruh, Bunyamin mengatakan pada akhir 2014 distribusi buku K13 bagi sekolah piloting akan tuntas. Sementara kelebihan jumlah buku yang terdistribusi karena penghentian K13, dapat disimpan di sekolah masing-masing.

”Bagi sekolah yang sudah terdistribusi dan ternyata bukunya lebih, dapat disimpan di sekolah masing-masing. Pada akhir Desember, buku semester genap akan didistribusikan ke semua sekolah,” katanya.

Ketua Dewan Pendidikan Jateng Rasdi Eko Siswoyo mengatakan, penghentian penggunaan kurikulum 2013 merupakan strategi yang benar. ”Implementasinya terlalu tergesa-gesa. Sedangkan unsur penunjang yang seharusnya ada belum terpenuhi dengan merata. Seperti fasilitas dan guru. Seharusnya K13 itu dilaksanakan secara bertahap,” ujar Rasdi.

Dia berharap, perubahan pada setiap model kurikulum yang dilaksanakan hampir setiap 4 tahun sekali ini agar tidak berlanjut dan tetap mempertahankan kurikulum yang telah ada. ”Jangan kesannya kayak ganti menteri ganti kurikulum. Saya berharap K13 merupakan kurikulum terakhir di republik ini,” katanya.

Ia menilai kurikulum pendidikan yang diterapkan di setiap negara maju lebih banyak merevisi kurikulum setelah ratusan tahun. ”Yang perlu kita miliki adalah platform pendidikan untuk jangka panjang. Siapa pun menterinya melaksanakan platform itu, dan yang paling menentukan adalah peran guru. Guru merupakan kunci sebuah keberhasilan pendidikan,” tuturnya.

Pakar pendidikan Muhdi mengatakan, kebijakan yang diambil oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah merupakan langkah yang tepat. Ia juga menilai, kesiapan penerapan K13 selama ini masih kurang. ”Mulai dari fasilitas dan pemahaman guru terkait K13,” ujar Muhdi yang juga Rektor Universitas PGRI Semarang ini.

Meski begitu, menurut Muhdi secara konseptual, K13 memiliki keunggulan tersendiri, namun dalam implementasinya belum begitu bekerja dengan sempurna. ”Ibaratnya apa yang dilakukan oleh kementerian seperti maju kena, mundur kena. Dilakukan banyak masalah, dihentikan juga bermasalah,” katanya.

Sementara itu, sekolah yang ditunjuk menjadi sekolah piloting pelaksanaan kurikulum 2013 akan tetap melaksanakannya dalam proses pembelajaran meski sudah dihentikan menteri.

Kepala SMA Kesatrian 2 Semarang, Supriyono, mengatakan, pembelajaran menggunakan K13 akan tetap dilaksanakan, karena sekolahnya telah tiga semester menerapkan K13. Ia menyayangkan penghapusan kurikulum 2013, mengingat beberapa sekolah sudah menjalankan kurikulum yang mengedepankan pengembangan sikap dan pendidikan karakter tersebut.

”Sebaiknya jangan dihapus dulu. Namun dievaluasi, mana yang kurang dapat disempurnakan. Selama ini, kendala yang dihadapi kebanyakan mengenai fasilitas dan kemampuan guru,” ujar Supriyono.

Selama melaksanakan model pembelajaran menggunakan K13, pihaknya telah melakukan pelatihan kepada semua guru di sekolahnya. ”Pelatihan sudah kita lakukan ke semua guru sebanyak 5 kali,” katanya.

Meski mengaku siap dalam pengimplementasian K13, namun pihaknya tetap menyesalkan terkait pendistribusian buku semester genap yang hingga kini belum tuntas. Dikatakan, hanya sebagian buku K13 yang sudah terdistribusi. ”Yang sebagian lagi, yakni untuk kelas X dan XI belum,” keluhnya.

Seperti diketahui, surat edaran untuk menghentikan Kurikulum 2013 dikirim ke semua sekolah pada Senin (8/12) lalu. Praktis, setiap sekolah yang tidak menjadi sekolah percontohan akan kembali ke kurikulum 2006. (ewb/aro/ce1)