12 PSK Dipulangkan

258
DIENTASKAN - Sejumlah PSK dikumpulkan di Kantor Dinsosnakertrans saat akan dipulangkan ke rumah masing-masing. Mereka telah diberi bekal keterampilan agar bisa berwirausaha. (JPNN)
 DIENTASKAN - Sejumlah PSK dikumpulkan di Kantor Dinsosnakertrans saat akan dipulangkan ke rumah masing-masing. Mereka telah diberi bekal keterampilan agar bisa berwirausaha. (JPNN)

DIENTASKAN – Sejumlah PSK dikumpulkan di Kantor Dinsosnakertrans saat akan dipulangkan ke rumah masing-masing. Mereka telah diberi bekal keterampilan agar bisa berwirausaha. (JPNN)

SLAWI – Sebanyak 12 pekerja seks komersial (PSK) yang telah dibina selama 4 bulan di Panti Rehabsos Wanita Utama Surakarta akhirnya dipulangkan ke rumah masing-masing. Pemulangan diterima oleh Dinsosnakertrans Kabupaten Tegal, kemarin.

Para PSK telah diberi keterampilan kerja selama masa rehabilitasi. Sebanyak 8 PSK mahir dalam bidang salon, 3 mahir menjahit dan 1 mahir dalam keterampilan tata boga. Kepala Dinsosnakertrans Kabupaten Tegal Suspriyanti mengatakan, PSK tersebut merupakan hasil penjaringan saat razia setelah Idul Fitri lalu. Dalam razia tersebut ada 15 PSK yang terjaring. Namun dari 15 orang, 1 tidak terindikasi, 2 sudah bekerja di perusahaan, dan 12 perlu direhabilitasi. “Selama rehabilitasi kami bekerjasama dengan panti Rehabsos Wanita Utama Surakarta milik Kemensos. Mereka banyak diberi keterampilan kerja dan pembinaan mental agar tidak terjun lagi pada pekerjaan PSK,” katanya, kemarin di Aula Dinsosnakertrans.

Dia menegaskan, setelah dipulangkan ke rumah masing-masing, para PSK akan terus dipantau keberadaanya. Karena pemantauan sangat perlu agar Dinsosnakertrans juga memberikan pembinaan lebih lanjut ketika mereka kembali ke pekerjaan PSK. “Pemantauan akan terus dilakukan, kami sudah kantongi alamat lengkapnya dan melalui Kades masing-masing pantauan akan dilakukan,” tegasnya.

Suspri berharap, para PSK yang sudah diberi pembinaan keterampilan kerja dan diberi alat oleh panti Rehabsos untuk tidak kembali lagi ke pekerjaanya. Dari 12 PSK, 9 asli warga Kabupaten Tegal, 2 warga Kabupaten Brebes dan 1 warga Kabupaten Pemalang. “Alamat mereka yakni, Desa Gumayun Kecamatan Dukuhwaru, Kelurahan Slawi Wetan dan Desa Trayeman Kecamatan Slawi, Desa Kemanggungan Kecamatan Tarub, Desa Sidapurna Kecamatan Dukuhturi, Desa Pasangan Kecamatan Talang, Desa Tanjung Brebes, Desa Jatibarang Brebes dan Desa Randudongkal Pemalang,” paparnya. (muh/jpnn/ric)