Pesta Sabu, Debtcollector Diringkus

156
PESTA SABU- Kabag Ops Polres Semarang, Kompol Iwan Irmawan dan Kasat Narkoba, AKP Khuwat menginterogasi keempat tersangka pengguna Sabu-sabu yang ditangkap dini hari kemarin di sebuah kamar hotel di Bandungan. (FOTO: PRISTYONO/RADAR SEMARANG)
 PESTA SABU- Kabag Ops Polres Semarang, Kompol Iwan Irmawan dan Kasat Narkoba, AKP Khuwat menginterogasi keempat tersangka pengguna Sabu-sabu yang ditangkap dini hari kemarin di sebuah kamar hotel di Bandungan. (FOTO: PRISTYONO/RADAR SEMARANG)

PESTA SABU- Kabag Ops Polres Semarang, Kompol Iwan Irmawan dan Kasat Narkoba, AKP Khuwat menginterogasi keempat tersangka pengguna Sabu-sabu yang ditangkap dini hari kemarin di sebuah kamar hotel di Bandungan. (FOTO: PRISTYONO/RADAR SEMARANG)

UNGARAN- Pesta sabu-sabu yang digelar sejumlah debtcollector di sebuah hotel di Jalan Widosari, Bandungan, Kabupaten Semarang, dini hari kemarin, digerebeg petugas Satuan Narkotika Polres Semarang.

Dari sebuah kamar hotel yang dialihfungsikan sebagai kos-kosan itu polisi meringkus Purwo Jatmiko, 19, warga Desa Sidogede, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang, Rendra Setya Permana, 31, warga Kelurahan Bandarjo, Kecamatan Ungaran Barat, Muhamad Arifin, 31, warga Desa Pakis, Kecamatan Bringin Kabupaten Semarang dan Joko Subiyono, 46, warga Kelurahan Bandungan, Kabupaten Semarang.

Anggota Resmob Satuan Narkoba yang dipimpin AKP Khuwat juga berhasil menyita 1 paket kecil sabu-sabu, 1 buah bong atau alat hisap lengkap dengan sedotan dan korek untuk membakar sabu. Selain itu juga disita hand phone merek evercross yang digunakan untuk sarana pembelian sabu-sabu.

Keempat tersangka dijerat pasal 112 ayat 1 dan atau pasal 132 ayat 1 dan atau pasal 127 ayat 1 huruf a, Undang-undang RI No 35 tahun 2008 tentang narkotika. Mereka terancam hukuman penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun. Saat ini keempat tersangka mendekam di tahanan Mapolres Semarang untuk menjalani proses hukum.

“Penangkapan keempat tersangka berawal dari informasi masyarakat tentang adanya aktifitas mencurigakan di kamar kos tersebut. Selanjutnya kita selidiki dan setelah dipastikan ada aktifitas penggunaan narkoba, langsung kita gerebeg. Jadi mereka tertangkap tangan ketika memakai narkoba,” tutur AKP Khuwat, Minggu (7/12) kemarin.

Menurut AKP Khuwat, kawasan Bandungan memang kerap ada temuan kasus narkoba. Fenomena tersebut karena kawasan Bandungan banyak hotel dan tempat hiburan sehingga menjadi tujuan para pengguna narkoba. “Mereka mungkin merasa nyaman di sana karena banyak tempat hiburan. Upaya kami yakni melakukan penyelidikan untuk mengungkap kasus narkoba dan juga selalu sosialisasi tentang bahaya narkoba,” tutur Khuwat.

Salah seorang tersangka, Arifin mengaku mengkonsumsi sabu-sabu hanya untuk iseng saja untuk coba-coba. Sabu-sabu tersebut dibeli dari seseorang yang mengaku warga Semarang dengan cara memesan melalui SMS. Selanjutnya paket kecil sabu-sabu seharga Rp 600 ribu tersebut, diambil di SPBU Gombel Semarang.

“Setelah mendapatkan sabu-sabu kami gunakan bareng-bareng, agar semangat dalam kerja. Kebetulan kami satu profesi sebagai DC (Debtcollector). Sedangkan Pak Joko kebetulan dia lewat dan melihat kami kemudian kami ajak sekalian untuk menghisap sabu-sabu,” tutur Arifin yang juga diamini tersangka lainnya. (tyo/zal)