Wahyu Kristianto. (Ricky Fitriyanto/Radar Semarang)

Wahyu Kristianto. (Ricky Fitriyanto/Radar Semarang)

GEDUNG BERLIAN – Jumlah bantuan keuangan (Bankeu) kabupaten/kota dari Pemprov Jateng yang njomplang terus menjadi sorotan. Sejumlah anggota dewan mendesak Pemprov Jateng mengubah sistem penentuan jumlah bankeu agar benar-benar sesuai dengan kondisi daerah.

Anggota Komisi C DPRD Jateng, Wahyu Kristianto mengkritik selama ini baik eksekutif maupun legislatif kerap menentukan program kerja tanpa memperhatikan indeks pembangunan manusia (IPM) di suatu daerah. Padahal seharusnya, IPM harus dijadikan dasar pemetaan kabupaten/kota guna menentukan besaran bankeu. ”Jika pemetaan sudah ada, baru angka (jumlah) bankeu dirumuskan,” katanya.

Ketua DPW PAN Jateng tersebut juga mengkritik Gubernur Jateng Ganjar Pranowo yang memberi pernyataan akan merombak bankeu. Namun pada kenyataannya, Pemprov Jateng tidak membuat regulasi yang jelas. ”Semangat gubernur bagus, tapi jangan hanya jualan statemen. Yang terpenting regulasinya supaya ada aturan yang jelas,” tandasnya.

Dia mendesak Pemprov Jateng memberikan keleluasaan kepada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) untuk menyusun program berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS). Sebab Bappeda yang paham betul IPM kabupaten/kota, sehingga mampu menentukan besaran bankeu. ”Hasil kajian Bappeda ini menjadi angka yang harus disepakati bersama oleh pengambil kebijakan sehingga bankeu tidak timpang,” paparnya.

Anggota Komisi C DPRD Jateng, Wahyudin Noor Aly menambahkan dalam menilai kinerja pemerintah di suatu wilayah, yang kerap dijadikan acuan adalah IPM, pendidikan, kesehatan, dan perekonomian. ”Karenanya, itu poin-poin yang harus menjadi acuan dalam menentukan besaran bankeu,” ungkapnya.

Dia mencontohkan daerah seperti Brebes, Cilacap, dan Banjarnegara yang IPM-nya masih rendah dan banyak warga miskin haruslah mendapat alokasi bankeu yang besar. ”Cilacap misalnya dalam beberapa kriteria, kerap menempati posisi terbawah. Daerah seperti inilah yang harus mendapatkan bankeu yang besar,” kata dia. (ric/bis/ida/ce1)