KEMBANGKAN PENDIDIKAN : Bupati Dachirin Said memberikan kenang-kenangan kepada Direktur Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) usai penandatanganan kerjasama di Pendopo Pemkab Demak, kemarin. (Wahib pribadi/radar semarang)
 KEMBANGKAN PENDIDIKAN : Bupati Dachirin Said memberikan kenang-kenangan kepada Direktur Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) usai penandatanganan kerjasama di Pendopo Pemkab Demak, kemarin. (Wahib pribadi/radar semarang)

KEMBANGKAN PENDIDIKAN : Bupati Dachirin Said memberikan kenang-kenangan kepada Direktur Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) usai penandatanganan kerjasama di Pendopo Pemkab Demak, kemarin. (Wahib pribadi/radar semarang)

DEMAK- Pemkab Demak telah menyiapkan lahan seluas 4 hektare untuk pembangunan gedung Akademi Komunitas Negara (AKN). Areal lahan tersebut berada di depan SMKN 2 Demak, Kelurahan Mangunjiwan, Kecamatan Demak Kota.

Demikian disampaikan Bupati Dachirin Said di sela kuliah umum mahasiswa angkatan pertama dan penandatanganan kerjasama antara AKN Demak dengan Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) yang berlangsung di Pendopo Kabupaten, kemarin. Hadir dalam kegiatan ini, Direktur AKN Demak, Dr Hartoyo, Direktur PNJ Abdillah MSi dan para pejabat teras Pemkab Demak. Menurut bupati, pendirian AKN tersebut bisa menjadi amal jariyah sehingga perlu segera dibangun. “Tanah untuk AKN sudah kita siapkan pada 2015,” terangnya.

Dia menuturkan, AKN didirikan untuk mendorong pendidikan yang berkualitas serta berani bersaing secara kompetitif dengan lembaga pendidikan lainnya. Selain itu, adanya AKN juga diharapkan bisa membuka peluang kerja bagi para pemuda yang terampil dan berpendidikan. Bupati mengungkapkan, di Demak hingga kini tingkat kemiskinan dan pengangguran masih mencapai 16,3 persen dari 1,2 juta jumlah penduduk yang tersebar di 243 desa dan 6 kelurahan di 14 kecamatan. Apalagi, kata dia, laju pertumbuhan ekonomi hanya 4,62 persen.

Karena itu, perlu didorong dengan peningkatan kualitas pendidikan tersebut. “Kita tidak dapat mempungkiri, bahwa selama ini masih ada pendidikan yang dianggap sekedar formalitas. Apalagi yang tidak berpendidikan tentu tidak punya karakter. Kalau punya karakter atau harga diri, maka tidak akan mudah menerima bantuan uang (Penerima Simpanan Keluarga Sejahtera (PSKS) Rp 400 ribu yang mestinya itu hak orang lain,” katanya. Dia menggambarkan seperti itu lantaran masih ada warga yang kategori mampu namun tetap ikut menerima bantuan dari pemerintah yang diperuntukkan bagi warga miskin.

Direktur AKN Demak, Dr Hartoyo mengatakan, untuk menata AKN berkualitas, maka dosen yang direkrut juga harus memenuhi standar dan tahu apa yang akan diajarkan. Menurutnya, setidaknya dosen AKN diharapkan bisa membangun karakter mahasiswanya dengan 4 hal, yakni sidiq (benar), amanah (dapat dipercaya), tabligh (mampu menyampaikan) dan fatonah (cerdas). “Dengan sifat nabi ini, Insya Allah tujuan AKN tercapai,” katanya.

Direktur PNJ, Abdillah MSi mengatakan, untuk sementara AKN Demak dibawah naungan PNJ. Pun, mahasiswanya berstatus mahasiswa PNJ. “Mahasiswa AKN ini dididik terampil tapi punya status atau titel pendidikan yang berstandar,” ujarnya. Untuk angkatan pertama ini, AKN memiliki 76 mahasiswa yang setara pendidikan D2 dengan jurusan desain grafis, jasa pariwisata dan teknik kendaraan ringan. (hib/ric)