Belum Siap Pemungutan Suara E-Voting

139

SEMARANG – Keinginan sejumlah daerah di Jawa Tengah yang hendak menggunakan sistem pemungutan suara secara elektronik (e-voting) dalam Pemilukada 2015, dipastikan sulit terwujud. Pasalnya, selain sistem tersebut membutuhkan alokasi dana yang cukup besar, masyarakat di daerah juga belum mengetahui penggunaan sistem tersebut.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Tengah, Joko Purnomo mengatakan bahwa tahun 2015, bakal digelar Pemilukada di 17 daerah. Namun, baru Kabupaten Boyolali yang menginginkan menggunakan sistem e-voting. ”Boyolali merupakan salah satu daerah yang sudah menerapkan sistem itu saat menggelar Pilkades di sembilan desa. Dengan sistem ini, harus menyiapkan sarana prasarana, masyarakat dan anggarannya yang cukup besar,” katanya.

Joko mengaku tidak mempersoalkan pemungutan suara secara coblos atau sistem e-voting. Yang terpenting tidak melanggar asas langsung, umum, bebas, rahasia, jujur serta adil. KPU Jateng masih menyiapkan draf regulasi dan anggaran ke pemerintah daerah (Pemda) untuk menggelar Pemilukada. Anggaran untuk masing-masing kabupaten/kota berbeda. Ini sesuai dengan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) nomor 1 tahun 2014 tentang Pemilukada oleh DPR RI. ”KPU Jateng juga belum mempunyai gambaran dalam menerapkan pemungutan e-voting di lapangan,” imbuhnya.

Tahun 2015, setidaknya ada 17 kabupaten/kota di Jateng yang akan menggelar Pemilukada 2015. Yakni Kota Semarang, Kota Pekalongan, Kabupaten Rembang, Kabupaten Kebumen, Kabupaten Purbalingga, Kabupaten Kendal, Kota Magelang, Kota Surakarta, Kabupaten Boyolali. Kemudian Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Wonosobo, Kabupaten Wonogiri, Kabupaten Klaten, Kabupaten Blora, Kabupaten Semarang, Kabupaten Purworejo, serta Kabupaten Pemalang.

Sementara itu, anggota Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) Jateng, Teguh Purnomo mengatakan bahwa pihaknya saat ini masih melakukan proses pembentukan Panitia Pengawas (Panwas) tingkat kabupaten/kota yang hendak menghelat Pemilukada 2015. Tes administrasi diumumkan pada 2 Desember lalu, dan sekarang penerimaan tanggapan dan masukan masyarakat (2-6 Desember); tes tertulis (6 Desember); tes wawancara (12-17 Desember). Kemudian tahap paling akhir, uji kelayakan dan kepatutan untuk memilih tiga anggota panwaslu terpilih (21-26 Desember). (fth/ida/ce1)