RIZAL/RADAR SEMARANG
RIZAL/RADAR SEMARANG
RIZAL/RADAR SEMARANG

BALAI KOTA – Pembangunan Jalan Wolter Monginsidi belum bisa dituntaskan tahun ini. Masih ada ruas jalan sekitar 200 meter yang belum bisa tekerjakan karena anggaran yang dialokasikan pemkot pada APBD 2014 tidak mencukupi.

”Tapi saya sudah koordinasikan dengan kepala Dinas Bina Marga (Iswar Aminnudin), bahwa sisa 200 meter ini harus bisa diselesaikan di awal tahun 2015. Karena ada anggaran Rp 7 miliar yang dialokasikan lewat APBD provinsi,” terang Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, kemarin.

Hendi, sapaan akrab wali kota meminta proses lelang penyelesaian Jalan Wolter Monginsidi dilakukan pada bulan Desember atau Januari 2015 mendatang. Desakan percepatan penyelesaian proyek itu dilakukan mengingat selama ini banyak masyarakat yang mengeluhkan kondisi Jalan Woltermonginsidi yang kurang nyaman dilewati. ”Banyak keluhan masyarakat yang masuk kepada saya, meminta agar pembangunan jalan segera diselesaikan. Oleh karena itu saya minta kepala dinas segera melakukan persiapan lelang. Sehingga masyarakat tidak terlalu lama memakai jalan yang rusak itu,” tegasnya.

Secara keseluruhan, lanjut Hendi, progres pembangunan Jalan Wolter Monginsidi sudah tidak ada masalah. Bahkan dia mengklaim seluruh anggaran yang dialokasikan melalui APBD 2014 sudah terserap dengan baik. ”Untuk yang tahapan APBD kotanya sudah selesai, hanya ada tambahan untuk OM (Operations and Maintenance),” kata wali kota.

Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga Iswar Aminnudin yang ikut dalam pantauan mengatakan, anggaran perbaikan permanen Jalan Wolter Monginsidi ini sebesar Rp 7 miliar. Anggaran sebesar itu untuk betonisasi jalan sepanjang sekitar satu kilometer dengan lebar 13 meter. ”Perbaikan Jalan Wolter Monginsidi kita sesuaikan dengan kondisi lapangan yang rentan tergenang banjir sehingga harus dibeton,” katanya.

Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Semarang Wachid Nurmiyanto mengatakan, di tahun ini banyak program infrastruktur yang progresnya kurang optimal. Oleh karena itu, pemkot diminta melakukan evaluasi. ”Seharusnya dalam perencanaan sudah dikaji, baik dari segi biaya, panjang jalan yang diperbaiki, dan lain sebagainya. Ketika pengerjaan ternyata anggarannya kurang sehingga ada ruas jalan yang belum terselesaikan, berarti perencanaannya kurang matang,” terang Legislator dari Fraksi PAN ini.

Septiadi, 28, salah seorang pengendara yang sering melintas di Jalan Wolter Monginsidi juga berharap pembangunan segera diselesaikan. Selama ini pihaknya mengaku kurang nyaman mengakses jalur yang menghubungkan Jalan Soekarno-Hatta dengan Kaligawe itu. ”Kalau pas tidak debunya banyak banget, mengganggu pandangan. Tapi kalau hujan bagian yang belum diperbaiki becek dan lubangnya tertutup air sehingga membahayakan pengendara,” terangnya. (zal/ce1)