KALIBANTENG KULON – Kejaksaan Negeri (Kejari) Semarang menyatakan akan segera mengajukan gugatan perdata atas sejumlah terpidana atau mantan terpidana yang terlibat kasus korupsi dan belum mengembalikan uang pengganti (UP) kerugian negara. Hal itu dilakukan untuk menyelamatkan keuangan negara yang hingga saat ini masih menunggak.

”Kami telah datang ke bagian supervisi Datun (Perdata dan Tata Usaha Negara, Red) menyangkut soal UP ini. Atas dasar petunjuknya, kami mulai mengajukan gugatan dan saat ini sudah diupayakan,” ungkap Kepala Kejari Semarang, Asep N. Mulyana kepada wartawan di kantornya, kemarin.

Menurut Asep, penyelamatan keuangan negara mendesak untuk dilakukan lantaran Kejari Semarang menempati posisi puncak dalam jumlah tunggakan UP korupsi di antara Kejari lainnya di Jawa Tengah. Yakni, mencapai sekitar Rp 19 miliar dari total seluruhnya Rp 26 miliar.

”Yang masih menjadi kendala saat ini adalah tidak sepenuhnya penagihan berjalan lancar. Kadang alamatnya sudah pindah, atau ketika ditemukan orangnya namun dalam kondisi ekonomi tidak mampu,” katanya.

Sebelumnya, Asisten Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jateng, Mia Aminati mengungkapkan bahwa gugatan kepada para terpidana kasus korupsi untuk mengembalikan uang yang telah dinikmati diharapkan dapat memaksimalkan langkah kejaksaan untuk menyelamatkan uang negara.

Menurutnya, upaya tersebut harus didukung seluruh kejaksaan yang ada di Jateng. ”Totalnya Rp 26 miliar. Tunggakan paling besar di Kejaksaan Negeri Semarang sekitar Rp 19 miliar,” ujarnya.

Ditambahkan, penyelamatan kekayaan negara cq perusda hingga saat ini mencapai Rp 6,12 miliar. Pemulihan keuangan negara itu berasal dari pelimpahan bidang pidana khusus dari masing-masing Kejari yang ada di daerah. Sementara tunggakan perkara yang berhasil dipulihkan masih relatif kecil. Yaitu sekitar Rp 107,4 juta. Sesuai perintah semua aparat Datun wajib mengajukan gugakan karena karakter pidana. Gugatan bisa diajukan ke ahli waris,” ujar perempuan yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Kejari Cianjur ini. (fai/aro/ce1)