(FOTO : ADITYA DWI/RADAR SEMARANG)
 (FOTO : ADITYA DWI/RADAR SEMARANG)
(FOTO : ADITYA DWI/RADAR SEMARANG)

KRAPYAK – Bermain jaranan di sebuah lapangan tentunya sudah menjadi hal yang biasa. Namun, jika dilakukan di tengah kemacetan lalu lintas, itu baru unik. Seperti yang dilakukan sekelompok anak muda dari Komunitas HorniKultura Semarang. Mereka bermain jaranan sambil berlari ditengah sumpeknya lalu lintas di Jalan Pantura Krapyak, Jumat, (5/12) kemarin.

Dari pantauan Radar Semarang, para anak muda ini memainkan jaranan dari bambu dan pelepah pisang yang memang sudah dibentuk seperti mainan kuda. Mereka bermain dan berlari di pinggir jalan mulai dari depan Pengadilan Negeri Krapyak Semarang hingga pertigaan tol Krapayak sambil menunggangi jaranan dan memakai jas hujan.

Memang sesuatu yang aneh dan menggelikan bagi para pengendara. Namun, hal ini justru bisa membuat para pengendara roda dua dan roda empat terhibur, meskipun para pengendara kesal dengan kondisi parahnya kemacetan pada jalan tersebut setiap harinya.

Lalu lintas di kawasan Krapyak semakin semrawut seiring lampu traffic light yang berada pada pertigaan jalan tol rusak. Ironisnya lagi, petugas lalu lintas juga tidak terlihat di lapangan untuk mengatur kendaraan yang saling serobot pada pertigaan jalan tersebut.

Koordinator Komunitas HorniKultura, Anton Sudibyo mengakui aksi ini dilakukan untuk menambah keramaian dalam kemacetan. Menurutnya, selama ini di Kota Semarang juga sangat minim ruang publik. ”Pemerintah tidak hanya bisa mengurai kemacetan. Namun mereka justru hanya memikirkan proyek pembangunan saja. Lihat saja, kemacetan ini semakin hari semakin semrawut bahkan tidak ada petugas jaga yang mengatur lalu lintas jalan,” ungkapnya, Jumat, (5/12) kemarin.

Selain itu, aksi ini juga untuk membuktikan para pengendara jalan yang kerap terjebak pada kemacetan. Menurutnya, dengan cara berlari di pinggir jalan lebih cepat dibanding menggunakan kendaraan. ”Namun kami juga ingin menghibur para pengendara yang mungkin kesal dengan kondisi kemacetan di jalan pantura ini. Harapan kami pemerintah bisa memberikan solutif dalam bertambahnya tranportasi jalan,” pungkasnya. (mg9/zal/ce1)