Nyabu, Pengusaha Outsourching Diringkus

149
DIRINGKUS- Tersangka pengguna narkoba, Anthony saat dimintai keterangan Kasat Narkoba AKP Khuwat tentang jejak peredaran narkoba di Kab Semarang. (FOTO: PRISTYONO/RADAR SEMARANG)
 DIRINGKUS- Tersangka pengguna narkoba, Anthony saat dimintai keterangan Kasat Narkoba AKP Khuwat tentang jejak peredaran narkoba di Kab Semarang. (FOTO: PRISTYONO/RADAR SEMARANG)

DIRINGKUS- Tersangka pengguna narkoba, Anthony saat dimintai keterangan Kasat Narkoba AKP Khuwat tentang jejak peredaran narkoba di Kab Semarang. (FOTO: PRISTYONO/RADAR SEMARANG)

UNGARAN- Pemilik usaha outsourching sekuriti, Anthony Frederick Luminggas, 54, warga Perum Citra Garden Kelurahan Blotongan, Kota Salatiga, diringkus petugas Satuan Narkoba Polres Semarang. Tersangka diringkus di sebuah rumah kos di Karanganyar RT 01 RW 01, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang.

Di rumah kos tersebut polisi menyita 1 paket sabu, 6 buah bong atau alat hisap Sabu, timbangan digital, puluhan sedotan dan plastik klip serta hand phone Samsung. Saat ini tersangka menjalani masa penahan di Mapolres Semarang untuk menjalani proses hukum.

Kapolres Semarang, AKBP Muslimin Ahmad melalui Kasat Narkoba, AKP Khuwat, penangkapan tersangka Anthony berawal dari informasi masyarakat yang curiga dengan aktivitas tersangka di rumah kosnya. Polisi kemudian melakukan penyelidikan dan mendapati di rumah kos tersangka banyak barang-barang yang berkaitan dengan narkoba.”Setelah kita geledah di dalam kamarnya kami temukan Sabu dan barang lainnya yang berkaitan dengan narkoba seperti alat hisap dan lainya,” kata AKP Khuwat, Kamis (4/12) kemarin.

Menurut AKP Khuwat, tersangka mengakui sering mengkonsumsi sabu yang dibeli dari seseorang asal Jogja. Tersangka mengelak mengedarkan, dan hanya mengakui sebagai pemakai. Namun demikian pihaknya tidak begitu saja percaya, dan akan mendalami penyelidikannya. “Kita akan dalami penyelidikan untuk mengungkap bandar yang memasok Sabu tersebut. Selain itu kami mencurigai Anthony juga mengedarkan. Tersangka kami jerat pasal 112 ayat 1 dan atau 127 ayat 1 huruf a, UU RI No 35 tahun 2009 tentang Narkotik dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun,” imbuh nya.

Sementara itu tersangka Anthony mengaku sudah mengkonsumsi sabu sejak tahun 1998. Biasanya membeli pada seseorang via telepon lalu,lalu transfer uang. Kemudian penjual mengirim sabu di suatu tempat. “Satu paket saya beli Rp 1,2-1,4 juta. Sistem pesan via SMS dan uang disandera lalu barang dikirim. Setelah barang diletakkan di kawasan Jalan Diponegoro Ungaran, saya mengambilnya dan saya gunakan di kos. Biasanya sehari habis 1 gram sabu,” kata pengusaha outsourching security dan cleaning service tersebut.

Anthony mengaku kecanduan setelah sebelumnya hanya mencicipi saja. Selanjutnya Anthony menggunakan sabu untuk doping agar tidak Loyo dalam bekerja. “Tadinya hanya coba coba akhirnya ketagihan apalagi saya sering kerja sampai malam hari kontrol security di beberapa Perusahaan,” katanya. (tyo/zal)