TERTANGKAP BASAH : Dari kiri Kasat Reskrim Polres Kendal, Iptu Fiernando Adriansyah menginterogasi dua tersangka penyelundupan kayu jati, Sutarman dan Wibowo Eko Prasetyo di halaman Mapolres setempat. (BUDI SETYAWAN/RADAR SEMARANG)
 TERTANGKAP BASAH : Dari kiri Kasat Reskrim Polres Kendal, Iptu Fiernando Adriansyah menginterogasi dua tersangka penyelundupan kayu jati, Sutarman dan Wibowo Eko Prasetyo di halaman Mapolres setempat. (BUDI SETYAWAN/RADAR SEMARANG)

TERTANGKAP BASAH : Dari kiri Kasat Reskrim Polres Kendal, Iptu Fiernando Adriansyah menginterogasi dua tersangka penyelundupan kayu jati, Sutarman dan Wibowo Eko Prasetyo di halaman Mapolres setempat. (BUDI SETYAWAN/RADAR SEMARANG)

KENDAL—Jajaran Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Kendal membekuk dua pelaku yang diduga kuat penebang dan pencuri pohon Jati di hutan Sumberejo, Kaliwungu. Kedua pelaku yakni Sutarman, warga Kertosari Kecamatan Singorojo dan Wibowo Eko Prasetyo, warga Tegalsari Desa Wonosari, Kecamatan Pegandon .

Mereka kini harus mendekam di sel tahanan Polres setempat untuk proses penyidikan sampai persidangan nantinya. Keduanya tertangkap basah mengangkut empat batang kayu dengan diameter 60 centimeter dan panjang empat meter. Setelah diperiksa petugas kepolisian ternyata kayu tersebut tidak memiliki izin. Keduanya justru mengaku jika kayu jati tersebut hasil curian dari hutan Sumberejo, Kaliwungu. Keduanya mengaku hanya berperan untuk mengangkut kayu tersebut.

Empat batang kayu itu diangkut menggunakan truk G BKPH Mangkang di Desa Sumberejo Kecamatan Kaliwungu. Hal tersebut dilakukan keduanya untuk mengelabui petugas. Tersangka Sutarman merupakan sopir truk bernomor polisi AD 1872 CG sedangkan Wibowo bertugas membawa kayu dengan gerobak dari dalam hutan ke pinggir jalan. “Saya tidak tahu kalau kayu-kayu ini hasil curian. Saya hanya diminta mengangkut kayu tersebut dengan imbalan uang jika selesai mengantarkan ke tujuannya,” katanya, Kamis (4/12).

Sedangkan yang menyuruhnya adalah empat orang yang tidak ia kenal sebelumnya. “Kini empat orang itu ada dimana, saya tidak tahu. Sebab, tidak begitu kenal,” ungkapnya.

Kasat Reskrim Polres Kendal, Iptu Fiernando Adriansyah mengatakan penangkapan keduanya bermula dari kecurigaan polisi terhadap truk yang sedang mengangkut kayu di pinggir hutan kawasan Sumberejo Kaliwungu.

Kemudian polisi mencari informasi dari petugas perhutan hutan Sumberejo. Hasilnya, memang petugas Perhutani tidak mengenal dan dipastikan keduanya adalah penyelundup kayu jati dari hutan tersebut. “Dari informasi petugas Perhutani inilah polisi kemudian menangkap keduanya sedang mengangkut kayu curian,” katanya.

Pengakuan kedua pelaku, mereka tidak sendiri melainkan ada empat orang lainnya yang berperan untuk mencari dan menebang kayu. “Tapi empat pelaku yang menebang pohon melarikan diri setelah mengetahui polisi datang menyergap,” jelasnya.

Dari kedua pelaku yang berhasil ditangkap, polisi mengamankan satu unit truk yang digunakan untuk mengangkut kayu curian. Selain itu empat batang kayu jati, empat kapak dan tali tambang. Atas kejahatan yang mereka lakukan, polisi menjerat keduanya dengan Pasal 82 dan Pasal 83, Undang-undang RI tahun nomor 18 tahun 2013 tentang kehutanan. “Ancaman pidana minimal 1 tahun penjara,” tambahnya. (bud/ric)