GEMBOSI PAKSA: Petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang menggembosi paksa puluhan sepeda motor yang diparkir di atas trotoar sepanjang Jalan Pandanaran Semarang. Lantaran melanggar peraturan untuk tidak parkir di atas trotoar. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)
 GEMBOSI PAKSA: Petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang menggembosi paksa puluhan sepeda motor yang diparkir di atas trotoar sepanjang Jalan Pandanaran Semarang. Lantaran melanggar peraturan untuk tidak parkir di atas trotoar. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)

GEMBOSI PAKSA: Petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang menggembosi paksa puluhan sepeda motor yang diparkir di atas trotoar sepanjang Jalan Pandanaran Semarang. Lantaran melanggar peraturan untuk tidak parkir di atas trotoar. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)

PANDANARAN – Jangan sekali-kali parkir di Jalan Pandanaran, jika tidak ingin kerepotan ban motor atau ban mobil digembosi oleh petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang. Lokasi pusat oleh-oleh khas Kota Semarang ini, benar-benar disterilkan Pemkot dari parkir kendaraan roda dua maupun roda empat. Karena itu, petugas mengambil tindakan tegas dengan cara melakukan penggembosan paksa roda kendaraan.

Dari pantauan Radar Semarang, Kamis (4/12) kemarin, terlihat para petugas Dishub Kota Semarang yang menggembosi 17 kendaraan roda dua di sepanjang Jalan Pandanaran. Khususnya yang masih melakukan parkir di trotoar depan toko oleh-oleh khas Kota Semarang.

”Kami akan terus melakukan tindakan tegas kepada para pemilik kendaraan roda dua maupun roda empat yang masih sengaja melakukan parkir di tempat yang sudah menjadi lokasi larangan parkir. Kami tidak segan-segan melakukan penggembosan dan penilangan,” kata Kabid Dishub Kota Semarang, Agus Harmunanto kepada Radar Semarang.

Menurutnya, pemkot telah menyediakan tempat parkir di Batan Selatan. Pihaknya juga sudah memasang papan petunjuk arah, kalau tempat parkir sudah dipindah sejak diresmikannya PKL Batan Selatan. ”Kawasan Batan Selatan tersebut bebas parkir mulai pukul 07.00 pagi sampai pukul 22.00 malam. Makanya, kami akan menindak tegas kalau masih ada kendaraan yang parkir di kawasan terlarang di Pandanaran,” tegasnya.

Sementara itu, Kasatlantas Polrestabes Semarang, AKBP Pungki Buana mengusulkan kepada Dishub Kota Semarang agar memberikan kompensasi kepada pengendara roda dua yang melakukan parkir di tempat tersebut. Hal ini dilakukan supaya tempat tersebut menjadi kawasan wisata.

”Saya mengusulkan kepada Pemkot Semarang agar ada kompensasi kepada pengendara roda dua untuk parkir di tempat pusat oleh-oleh khas Kota Semarang. Misalnya, di atas trotoar juga bisa. Supaya tempat tersebut menjadi indah seperti kawasan Malioboro. Sedangkan untuk melakukan tindakan penilangan, kami masih menunggu aspirasi atau masukan dari masyarakat,” harapnya.

Sementara itu, pengamat transporstasi jalan, Djoko Setijowarno mengakui langkah Dishub dan Dinas Pasar Pemkot Semarang sangat strategis dalam mengurangi kemacetan lalu lintas di kawasan tersebut. Pihaknya mengusulkan supaya tempat tersebut dipasang CCTV.

”Kasihan kalau petugas disuruh menunggu di tempat itu terus-terusan. Apalagi panas. Kalau bisa dipasang kamera atau CCTV saja, agar bisa dipantau dengan nyaman di sebuah ruangan,” pungkasya. (mg9/ida/ce1)