Hiasi Ruang Kerja dengan Lukisan Sendiri

190
Nugroho Christianto. (DOK. PRIBADI)
 Nugroho Christianto. (DOK. PRIBADI)

Nugroho Christianto. (DOK. PRIBADI)

Nugroho Christianto sehari-hari menjabat Manajer Sumber Daya Manusia (SDM) dan Umum PT Pelindo III Semarang. Di sela kesibukannya, Nugroho punya hobi melukis. Hasilnya pun sudah bisa dinikmati. Seperti apa?

YOYOK
, Tanjung Emas

HAMPIR setiap hari, Nugroho Christianto disibukkan pekerjaan sebagai Manajer Sumber Daya Manusia (SDM) dan Umum PT Pelindo III Semarang. Mulai urusan internal kantor hingga urusan di luar kantor, mulai menerima tamu hingga rapat dengan sejumlah instansi dan kolega.

Namun pria 42 tahun ini tetap meluangkan waktunya untuk mengembangkan hobinya. Sosok pria yang elegan ini rupanya menyimpan banyak potensi, khususnya dalam seni lukis dan olah vokal.

Bapak dua anak ini mengaku memiliki darah seni mengalir dari orang tuanya. ”Bagi saya melukis adalah sarana berekspresi untuk mencurahkan ide dan kreasi,” kata pria yang akrab disapa Nugie ini kepada Radar Semarang.

Hasilnya pun sudah tampak. Sejumlah lukisan karyanya kini menghiasi ruang kerja dan dinding kantor tempat Nugie bekerja. Di ruang kerjanya juga terdapat beberapa alat lukis, seperti kanvas, palet, serta kayu penyangga kanvas.

Nugie sendiri mengaku tak mengidolakan pelukis mana pun yang memengaruhi karyanya. Aliran yang disukainya adalah naturalis dengan media palet. Hasratnya melukis semakin memuncak saat bertugas di Pulau Bali. Karena, menurutnya, iklim di Bali sangat cocok untuk berkarya.

”Panorama dan sisi humanisme di sana memberi ide-ide segar saya dalam melukis. Misalnya, pemandangan alam dan aktivitas manusia di sawah maupun pantai. Itu merupakan tema lukisan favorit saya,” akunya.

Pada Februari 2014, Nugie mulai bertugas sebagai Manajer SDM dan Umum PT Pelindo III Semarang. Berdinas di Kota Semarang menjadi tantangan berat baginya, terutama dalam menyalurkan hobinya melukis.

”Iklim seni lukis di sini (Kota Semarang) tidak seramai di Bali. Bahkan untuk mendapatkan palet yang sesuai kriteria, harus saya dapatkan langsung dari Bali,” katanya.

Meski begitu, Nugie mengaku pernah ditawari untuk menggelar pameran hasil karyanya di ajang Festival Kota Lama Semarang beberapa waktu lalu. Namun karena suatu dan lain hal, event tersebut terpaksa ia lewatkan. ”Waktu saya yang nggak ada, terpaksa nggak jadi pameran lukisan,” ujarnya.

Hingga sekarang, Nugie telah menghasilkan lebih dari 20 karya lukis. Semuanya lukisannya menjadi koleksi pribadi. Dia belum akan mengomersialkan hasil karyanya untuk umum.

”Masih dinikmati sendiri saja, belum ada yang dijual,” kata alumnus S1 Manajemen Universitas Merdeka (Unmer) Malang ini.

Nugie mengawali karir di Pelindo Surabaya pada 1994 di bagian IT (teknologi informasi), dilanjutkan di bagian protokol perusahaan. Pada 1998, ia pindah di kantor pusat di Surabaya masih di bagian protokol. Tak lama setelah itu, Nugie mendapat tawaran menjadi sekretaris direktur utama.

Pada 2008, Nugie dipromosikan di Pelabuhan Cabang Benoa Bali menjadi Manajer SDM dan Umum. Nugie sendiri hingga saat ini sudah berpindah kantor kurang lebih 3 kali, dan mengalami promosi jabatan.

Dia selalu berupaya untuk cepat beradaptasi dengan lingkungan baru. Dalam bekerja, dia selalu mengedapankan keramahan, keamanan dan kenyamanan untuk pengunjung dan konsumen pelabuhan yang menjadi area kerjanya
”Disiplin dalam bekerja, leadership dan peduli lingkungan menjadi moto hidup saya. Ketiga hal itu saya terapkan baik di keluarga maupun di kantor,” pungkasnya. (*/aro/ce1)