NUMPANG TRUK: Puluhan wartawan Unit Polda Jateng meninggalkan lokasi apel Kasatwil se-Indonesia dengan berjalan kaki sekitar 3 kilometer menuju jalan raya dan akhirnya pulang dengan menumpang truk H 1328 FW. (ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)
 NUMPANG TRUK: Puluhan wartawan Unit Polda Jateng meninggalkan lokasi apel Kasatwil se-Indonesia dengan berjalan kaki sekitar 3 kilometer menuju jalan raya dan akhirnya pulang dengan menumpang truk H 1328 FW. (ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)

NUMPANG TRUK: Puluhan wartawan Unit Polda Jateng meninggalkan lokasi apel Kasatwil se-Indonesia dengan berjalan kaki sekitar 3 kilometer menuju jalan raya dan akhirnya pulang dengan menumpang truk H 1328 FW. (ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)

GAJAHMUNGKUR – Sebanyak 36 wartawan dari berbagai media di Kota Semarang memboikot peliputan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi). Yakni, saat membuka acara Apel Kesatuan Wilayah (Kasatwil) se-Indonesia di Akademi Kepolisian (Akpol) Semarang, Selasa (2/12). Puluhan wartawan baik dari media cetak, online maupun elektronik kecewa dengan aturan bertele-tele dan melarang peliputan secara halus.

Awalnya, puluhan wartawan berusaha menaati aturan atau prosedur yang sudah ditetapkan. Namun wartawan rombongan unit Polda Jateng, justru ditelantarkan tak diperbolehkan masuk ke gedung Graha Cendikia Akpol, lokasi acara berlangsung. Sementara wartawan lain yang diduga bawaan Jokowi dengan bebas meliput dan mengambil gambar.

Padahal, sebelumnya untuk bisa meliput acara tersebut, wartawan Semarang harus memegang dua ID card yang dikeluarkan panitia melalui Humas Polda Jateng. Pembagian ID card itu sendiri telah dilakukan sejak Minggu (30/11) lalu. Bahkan proses pemberangkatan para wartawan ke lokasi, juga dikondisikan. Semua wartawan diberangkatkan dari Markas Polda Jateng, sekitar pukul 06.00, dengan menggunakan bus milik Polda Jateng.

Pantauan Radar Semarang di Akpol, Presiden Joko Widodo beserta rombongan tiba di Gedung Cendikia Akpol sekitar pukul 10.00. Pria ramping yang jadi presiden itu dikawal dua motor voreijder, Jokowi datang dengan menumpang bus dinas Kepolisian RI, kemudian masuk melalui pintu utama.

Presiden yang juga mantan Wali Kota Solo dan Gubernur DKI Jakarta itu melakukan pertemuan tertutup dengan peserta 31 kapolda dan 452 kapolres se-Indonesia. Sedangkan 36 wartawan terdaftar unit Polda Jateng serta wartawan yang tidak terdaftar hanya bisa menunggu di pinggir jalan, 50 meter dari lokasi acara. Jumlah keseluruhan wartawan yang tidak bisa meliput sekitar 50-an orang.

”Tolong di sini saja. Wartawan tidak boleh masuk. Nanti kami beri waktu untuk jumpa pers, melalui jalur tikus yang telah disediakan. Dari situ, wartawan bisa ambil gambar,” ujar salah satu polisi wanita berpangkat AKBP.

Sempat dilakukan negosiasi, agar wartawan bisa meliput acara tersebut. Namun kebijakan panitia tetap melarang. Akibatnya hingga pukul 11.00, wartawan terkatung-katung di Akpol. Puluhan wartawan dari berbagai media yang terdaftar di Unit Polda Jateng itu akhirnya sepakat tidak meliput kedatangan Jokowi di acara Apel Kasatwil tersebut. Mereka lantas pergi meninggalkan lokasi dengan berjalan kaki sekitar 3 kilometer menuju jalan raya, kemudian menumpang truk H 1328 FW untuk kembali ke parkiran motor di kompleks Mapolda Jateng. (mg5/ida/ce1)