Tes Gagasan Peserta Diawasi lewat CCTV

153
ADU GAGASAN: Pansel lelang jabatan mengawasi tes gagasan peserta lewat layar monitor yang terhubung CCTV. (MIFTAHUL A’LA/RADAR SEMARANG)
 ADU GAGASAN: Pansel lelang jabatan mengawasi tes gagasan peserta lewat layar monitor yang terhubung CCTV. (MIFTAHUL A’LA/RADAR SEMARANG)

ADU GAGASAN: Pansel lelang jabatan mengawasi tes gagasan peserta lewat layar monitor yang terhubung CCTV. (MIFTAHUL A’LA/RADAR SEMARANG)

TUGU MUDA – Sebanyak 46 dari 48 peserta lelang jabatan eselon II Pemprov Jateng mengikuti tes gagasan di Wisma Perdamaian, Selasa (2/12). Dua peserta yang tidak mengikuti ujian berasal dari Kementerian. Keduanya absen lantaran sedang ada pekerjaan dinas. Tes gagasan ini merupakan tahap seleksi untuk mencari lima calon pejabat eselon II yang saat ini masih kosong.

Saat tes gagasan, setiap peserta diberikan kertas berstempel. Mereka mengerjakan tes sesuai dengan tema yang sudah ditentukan di ruang serba guna Wisma Perdamaian mulai pukul 09.00-12.00. Tidak ada pengawas di ruangan, pansel memberikan kebebasan dengan hanya mengawasi lewat kamera CCTV.

”Tidak ada pengawas di ruangan, ini untuk kenyamanan peserta,” kata Ketua Pansel Lelang Jabatan Eselon II Provinsi Jateng, Budi Prayitno.

Budi mengatakan, di ruang ujian dipasang jumper atau pengecek signal handphone. Dengan begitu, selama ujian, peserta tidak bisa berkomunikasi atau menggunakan handphone. Para peserta diwajibkan menuliskan gagasan sesuai dengan tugas di jabatan yang dipilihnya.

”Mereka harus menulis di kertas dari kami menggunakan pena, jadi menulisnya harus hati-hati agar bisa dipahami pansel,” ujarnya.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo berharap, agar peserta seleksi jabatan eselon II bisa menyampaikan gagasan yang orisinalitas. Sebab, gagasan itu nanti akan ditagih masyarakat jika terpilih menduduki salah satu dari lima jabatan yang kosong di lingkungan Pemprov Jateng. ”Anggap saja gagasan itu seperti janji politiknya. Yang penting jujur, orisinal, dan tidak dibuatin orang lain,” katanya di sela meninjau pelaksanaan uji gagasan kemarin.

Ia sepenuhnya menyerahkan proses lelang pejabat eselon II kepada tim panitia seleksi. Ia berharap semua bisa berjalan lancar dan cepat, agar lima posisi jabatan eselon II yang kosong bisa segera terisi. ”Panitia seleksi saya berikan hak penuh untuk seleksi peserta agar prosesnya berjalan secara transparan,” tegasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, sebanyak 96 orang mendaftar lelang jabatan pimpinan tinggi pratama atau eselon II Pemprov Jateng. Namun dari jumlah itu, hanya 48 orang yang lolos seleksi administratif. Separo pelamar yang tidak lolos, di antaranya disebabkan tidak lengkap syarat pendaftarannya, tidak menuliskan salah satu jabatan, serta penulisan makalah yang tidak orisinil.

Rincian 48 pendaftar yang lolos seleksi administratif itu, yakni sebanyak 15 pelamar jabatan Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Kependudukan (Disnakertransduk); 10 pelamar jabatan Kepala Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Aset Daerah (DPPAD); 10 pelamar jabatan Kepala Dinas Kesehatan; 10 pelamar jabatan Wakil Direktur Umum (Wadirum) RSUP dr Moewardi, serta 3 pelamar jabatan Wakil Direktur (Wadir) Pelayanan RSUD dr Moewardi. (fth/aro/ce1)