Terhantam Ombak, Tewas Mengapung

128

TANJUNG EMAS – Muhammad Baidhowi, 28, nelayan asal Gandong, Surodadi, Demak, ditemukan tewas mengapung di kawasan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Belum diketahui pasti penyebab kematiannya.

Diduga kuat, Baidhowi melaut menggunakan perahu kayu mesin berukuran kecil dan terhantam ombak hingga akhirnya tenggelam di laut. Pasalnya, perahu milik korban ditemukan di Pantai Maron Semarang.

Informasi yang dihimpun Radar Semarang, jasad Baidhowi kali pertama ditemukan oleh nelayan yang sedang mencari ikan, Selasa (2/12) sekitar pukul 09.00. Jasad yang mengapung itu, lantas dibawa menepi dan dilaporkan ke petugas Direktorat Kepolisian Air (Polair) Polda Jateng di kawasan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.

Pihak keluarga korban yang menerima kabar tersebut langsung mendatangi kantor Polair Polda Jateng. Sontak, isak tangis keluarga pun pecah. ”Betul, ini adik saya,” kata Alfi Komaru, 35, yang merupakan kakak ipar korban, kemarin.
Dikatakan Alfi, Baidhowi pamit kepada keluarganya untuk berangkat melaut sejak Minggu (30/11) lalu, sekitar pukul 16.00. Korban biasanya mencari ikan kakap sebagai mata pencaharian sehari-hari. ”Biasanya, selepas salat Isya, dia sudah pulang ke rumah. Tapi sejak hari Minggu, dia tidak pulang. Pihak keluarga juga khawatir karena ditunggu hingga dini hari tak kunjung pulang,” katanya.

Lebih lanjut dikatakan dia, pihak keluarga juga telah berusaha melakukan pencarian dengan menanyakan kepada sejumlah rekannya sesama nelayan. Namun tidak ada yang mengetahui kabar Baidhowi. ”Dia berangkat dengan membawa peralatan penjaring ikan dan menggunakan perahu mesin kecil,” terang Alfi.

Alfi bersama sejumlah keluarga sempat melakukan penyisiran dari pantai Demak hingga Semarang, namun tidak ditemukan. Namun pada keesokan hari, dia menemukan jaring yang dikenali milik Baidhowi.

Berikutnya, didapati kabar ada perahu tanpa nakhoda terdampar di sekitar Pantai Maron Semarang. Petunjuk itu semakin memperjelas bahwa Baidhowi mengalami kecelakaan, di sekitar Pantai Tanjung Emas Semarang. ”Perahu itu kami temukan, dan benar milik Baidhowi. Kami kemudian melanjutkan melakukan pencarian,” katanya.

Selasa (2/12), sekitar pukul 09.00, ia mendapat kabar bahwa ada nelayan yang menemukan mayat terapung. Begitu dicek, ternyata benar, mayat tersebut adalah Baidhowi. ”Dugaannya, dia terhantam ombak kemudian tenggelam,” katanya. Setelah dilakukan evakuasi bersama petugas kepolisian, jenazah Baidhowi langsung dibawa pulang ke rumah duka di Desa Gandong, Surodadi, Demak. (mg5/ida/ce1)