Lagi, Penjual Togel Dibekuk

205
TERTANGKAP BASAH : Kasatreskrim Iptu Fiernando Ardiansyah (kiri) menginterogasi tersangka penjual togel Muhammad Iwan (tengah) di Mapolres Kendal, kemarin. (BUDI SETYAWAN/RADAR SEMARANG)
 TERTANGKAP BASAH : Kasatreskrim Iptu Fiernando Ardiansyah (kiri) menginterogasi tersangka penjual togel Muhammad Iwan (tengah) di Mapolres Kendal, kemarin. (BUDI SETYAWAN/RADAR SEMARANG)

TERTANGKAP BASAH : Kasatreskrim Iptu Fiernando Ardiansyah (kiri) menginterogasi tersangka penjual togel Muhammad Iwan (tengah) di Mapolres Kendal, kemarin. (BUDI SETYAWAN/RADAR SEMARANG)

KENDAL— Upaya Polres Kendal untuk memberantas perjudian toto gelap (togel) terus digalakkan. Hal tersebut dilakukan pihak kepolisian dengan menggelar razia-razia di malam hari. Bahkan Selasa (2/12) kemarin, jajaran Reserse Kriminal (Reskrim) Kendal berhasil membekuk pelaku judi toto gelap (togel).

Pelaku yang berhasil dibekuk adalah Muhammad Iwan, warga Pamriyan RT 03 RW 03 Kecamatan Gemuh. Ia tertangkap basah saat menjual kupon togel oleh pihak kepolisian yang sudah mendapatkan laporan dari masyarakat. Cukup unik cara kerja penjualan togel yang dilakukannya. Pelaku Iwan agar terhindar dari polisi saat melakukan razia, ia menjual kupon di rumahnya. Hal tersebut dilakukan setiap malam sehingga membuat warga yang mengetahui resah. Warga kemudian melaporkannnya kepada pihak kepolisian setempat. “Setelah kami dapatkan informasi dari masyarakat, kami tindaklanjuti dengan lakukan penggerebekan dan menangkap tersangka,” ujar Kapolres Kendal AKBP Harryo Sugihhartono melalui Kasatreskrim Iptu Fiernando Ardiansyah.

Dari tangan pelaku, penyidik kepolisian berhasil mengamankan belasan bendel kupon togel jenis Hongkong, Singapura dan Kuda Lari, stempel, bolpoin dan uang sebesar Rp 1,149 juta. “Tersangka kami jerat, pasal 303 ayat 1 ke 2e, 3e KUHP, ancaman pidana 10 tahun penjara,” tuturnya.

Hingga dalam sebulan ini, Polres Kendal sudah berhasil membengkuk 16 pelaku judi togel. Mulai dari pengecer, pengepul dan kurir. Fiernando mengimbau kepada masyarakat yang mengetahui penjualan judi togel agar segera melapor ke polisi.

Rusmanto, 42 warga setempat mengaku adanya penjualan nomor togel yang ada di kampungnya, justru akan mempengaruhi warga yang lain untuk ikut-ikutan membeli nomor togel. “Para pemuda di kampung kami justru menjadi rusak moralnya. Akibat adanya judi togel tersebut,” katanya.

Menurutnya, keberadaan perjudian dengan menjual nomor togel di tengah-tengah masyarakat bisa menyebabkan seseorang menjadi malas bekerja. Selain itu dapat menimbulkan tindak kriminal yang akhirnya membuat masyarakat menjadi resah.
Sementara pelaku, Iwan mengaku nekat berjualan togel lantaran tidak memiliki pekerjaan. Keuntungan setiap penjualan mendapatkan 20 persen dari uang yang dia dapat. “Jadi misalkan kupon terjual Rp 1 juta, saya dapat untung Rp 200 ribu,” katanya. (bud/ric)