Kontraktor SDN Trimulyo 2 Di-Blacklist

186
TELANTAR: Bangunan SDN Trimulyo 2 yang mangkrak lantaran kontraktor pemenang lelang di-blacklist. (ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)
 TELANTAR: Bangunan SDN Trimulyo 2 yang mangkrak lantaran kontraktor pemenang lelang di-blacklist. (ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)

TELANTAR: Bangunan SDN Trimulyo 2 yang mangkrak lantaran kontraktor pemenang lelang di-blacklist. (ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)

BALAI KOTA – Pembangunan ruang kelas SD Negeri Trimulyo 2, Kecamatan Genuk, mangkrak lantaran kontraktor pemenang lelang di-blacklist karena dianggap tidak memenuhi syarat. Meski begitu, Dinas Pendidikan Kota Semarang telah mengalokasikan anggaran pembangunan kembali pada APBD murni 2015. Praktis, hingga 2015 mendatang, dipastikan proses belajar mengajar siswa kelas V yang ruang kelasnya dibongkar akan tetap mengungsi di Balai Kelurahan Trimulyo.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang Bunyamin menjelaskan, dana pembangunan ruang kelas SDN Trimulyo 2 menggunakan anggaran perubahan 2014 sekitar Rp 450 juta. Dalam pelaksanaannya, di tengah jalan terkendala pemenang lelang. Karena dianggap tidak memenuhi syarat, maka kontraktor pun di-blacklist. Akibatnya, proyek tidak bisa dijalankan.

”Kalau dilelangkan ulang, waktunya sudah terlalu pendek, sehingga kita putuskan memasukkan alokasi dana pembangunan itu dalam APBD murni 2015. Kita optimistis awal 2015 pembangunan ruang kelas ini bisa berjalan kembali dan diselesaikan,” tegas Bunyamin kepada Radar Semarang, kemarin (2/12).

Terpisah, Wakil Ketua Komisi D DPRD Kota Semarang, Anang Budi Utomo menyatakan, akhir tahun ini banyak proyek pemerintah yang tidak bisa diselesaikan. Menurutnya, selain SDN Trimulyo 2, kasus serupa juga terjadi pada pembangunan gedung RSUD Kota Semarang.

”Kalau kontraktornya kena blacklist, yang kasihan anak-anak, imbasnya langsung ke murid. Berbeda halnya dengan proyek pembangunan fisik lain, dampaknya tidak dirasakan langsung. Kita sangat menyayangkan untuk masalah ini,” ujarnya.

Menurut legislator dari Fraksi Golkar ini, ada banyak faktor gagalnya sebuah proyek pembangunan, di antaranya terlambatnya proses lelang, sehingga berimbas terhadap pembangunan yang tidak bisa selesai sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

”(Kontraktor) yang seperti ini harus didenda dan di-blacklist untuk proyek berikutnya. Tapi, di sini yang jadi masalah adalah bangunan sekolah. Seharusnya tidak boleh mangkrak, di satu sisi anak-anak harus dicarikan solusi untuk kegiatan belajar mengajar,” katanya.

Hal senada dikatakan anggota Komisi D, Imam Mardjuki. Menurut wakil rakyat dari PKS ini, persoalan SDN Trimulyo 2 harus menjadi evaluasi besar bagi pemerintah, utamanya Dinas Pendidikan. Karena menyangkut kegiatan belajar mengajar anak-anak.
”Kasus ini mirip pembangunan gedung RSUD Kota, proyek terhenti, kontraktor tidak bisa menyelesaikan sesuai target,” ujarnya.

Menurut Imam, semua proyek pembangunan sudah direncanakan oleh pemkot. Apalagi proses pembahasan anggarannya tertib waktu, baik pembahasan anggaran murni maupun perubahan.

”Jadi menurut kami sudah tidak ada alasan lagi terlambat lelang atau apa. Apalagi ini hanya melakukan renovasi lokal ruang kelas yang tidak membutuhkan waktu yang sangat panjang. Ke depan, Disdik harus melakukan pantauan secara intensif terkait perkembangan pembangunan ruang kelas tersebut,” tandasnya.

Seperti diberitakan Radar Semarang, Selasa (2/12), proses belajar mengajar di SD Negeri Trimulyo 2, Kecamatan Genuk, Semarang sangat memprihatinkan. Pasalnya, sudah hampir dua bulan ini, puluhan siswa kelas V sekolah tersebut terpaksa harus belajar di Balai Kelurahan Trimulyo. Gedung yang biasa digunakan untuk pertemuan warga itu, terpaksa disulap sedemikian rupa untuk proses belajar mengajar. Praktis, para siswa pun terlihat kurang nyaman dalam mengikuti proses pembelajaran. (zal/aro/ce1)