DEMAK- Dua desa, yakni Desa Pilangwetan dan Desa Kebonagung, Kecamatan Kebonagung rawan terkena banjir limpasan Sungai Tuntang. Sebab, hingga kini tanggul sungai di kampung tersebut kondisinya sangat kritis.

Camat Kebonagung, Bekti Utomo mengatakan, untuk sementara ini warga mengatasi tanggul tersebut secara swadaya. Meski demikian, penanganan tidak bisa maksimal. Karena itu, dibutuhkan bantuan dari PSDA untuk menanggulangi tanggul kritis tersebut. “Tanggul kritis ada 200 meteran,” terang Bekti, kemarin.

Kepala Desa Pilangwetan, Toha Mahsun menambahkan, pada musim hujan tahun lalu, desanya terimbas meluapnya Sungai Tuntang. Ini terjadi lantaran air tidak bisa di bendung dengan tanggul yang ada. Apalagi, kata dia, 24 kepala keluarga (KK) rumahnya berada di bawah tanggul. Akibatnya, rumah tergenang air sungai. Menurutnya, warganya yang menjadi langganan banjir berada di Kampung Gedangan dan Kemiri. “Kita berharap, tanggul sungai di Dukuh Gedongan segera ditinggikan. Sebab, sampai sekarang belum ada tindak lanjut dari instansi terkait. Padahal sebelumnya sudah dilakukan pengukuran,” ujar Toha. (hib/ric)