TERTANGKAP PETUGAS: Sebanyak 8 pelajar SMK di Kota Semarang terjaring razia Satpol PP saat pesta miras di bawah jembatan Tinjomoyo, Selasa (2/11) kemarin. (M. HARIYANTO/RADAR SEMARANG)
 TERTANGKAP PETUGAS: Sebanyak 8 pelajar SMK di Kota Semarang terjaring razia Satpol PP saat pesta miras di bawah jembatan Tinjomoyo, Selasa (2/11) kemarin. (M. HARIYANTO/RADAR SEMARANG)

TERTANGKAP PETUGAS: Sebanyak 8 pelajar SMK di Kota Semarang terjaring razia Satpol PP saat pesta miras di bawah jembatan Tinjomoyo, Selasa (2/11) kemarin. (M. HARIYANTO/RADAR SEMARANG)

TINJOMOYO – Sebanyak 8 siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kota Semarang, terpaksa diamankan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Semarang. Para pelajar yang masih lengkap dengan seragam sekolah melakukan pesta minuman keras (miras) di bawah Jembatan Tinjomoyo. Mereka mengoplos 3 botol miras dicampur 3 botol minuman suplemen.

Sebenarnya ada 15 pelajar. Namun begitu mengetahui ada petugas satpol PP datang hendak menangkap, mereka lari tunggang langgang. Bahkan sempat terjadi aksi kejar-kejaran, hingga ada yang nekat nyebur ke sungai untuk menyelamatkan diri. Akhirnya, yang berhasil ditangkap hanya 8 pelajar, sedangkan 7 pelajar lainnya berhasil melarikan diri. Selain itu, salah seorang petugas satpol PP ada yang jatuh tersungkur lantaran mengejar para pelajar.

Penangkapan kali ini, kata Kabid Trantibunmas Satpol PP Kota Semarang, Kusnandir, bersumber laporan dari intelijen satpol PP di lapangan. ”Petugas langsung menangkap para pelajar di bawah jembatan Tinjomoyo. Selain mengamankan 8 pelajar, kami juga mengamankan 3 botol miras. Namun pelajar lain ada yang nyebur ke sungai dan melarikan diri,” ungkapnya, Selasa (2/11) kemarin.

Alasan para pelajar berpesta miras di tempat tersebut, lantaran tempat tersebut sangat nyaman dan jauh dari pantauan masyarakat. ”Kami akan menindak tegas untuk menegakkan Peraturan Daerah (Perda) nomor 7 tahun 2012 terkait penyelenggara pendidikan. Karena dampak minum miras akan mengarah pada kekerasan. Sementara para pelajar yang tertangkap langsung diamankan ke Markas Satpol PP untuk dilakukan pendataan,” ujarnya.

Dengan adanya kejadian negatif yang dilakukan para pelajar, pihaknya akan memberikan surat kepada orang tua pelajar dan Dinas Pendidikan Kota Semarang. Agar para pelajar tidak mengulangi perbuatan tersebut.

”Para pelajar ada yang kelas 1, kelas 2 dan kelas 3. Mereka baru saja selesai mengerjakan tes ujian sekolah. Harusnya pulang ke rumah untuk belajar, malah minum miras,” katanya prihatin.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Kota Semarang, Endro P. Martanto berjanji akan akan gencar melakukan operasi di tempat rawan tindak pelanggaran. ”Nantinya kami akan sisir warnet yang kerap dipakai bolos para pelajar di luar jam sekolah. Selain itu, warung-warung yang sering digunakan nongkrong anak sekolah,” tegasnya.

Saat ini, katanya, pihaknya telah melayangkan surat kepada para kepala sekolah untuk mengambil para siswanya yang tertangkap tersebut. Pihaknya juga mengundang Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang sebagai penyelenggara pendidikan. ”Harapan kami kepada kepala sekolah dan Disdik agar mengawasi anak didiknya supaya tidak melakukan tindakan negatif,” pungkasnya. (mg9/ida/ce1)