Teater SMA 1 Kudus Terbaik FTP 2014

185
PENUH EKPRESI : Pentas teater Studio One pada Festival Teater Pelajar (FTP) 2014 dengan judul “Pakaian dan Kepalsuan”. (TAUFIK RIKHO/RADAR SEMARANG)
 PENUH EKPRESI : Pentas teater Studio One pada Festival Teater Pelajar (FTP) 2014 dengan judul “Pakaian dan Kepalsuan”. (TAUFIK RIKHO/RADAR SEMARANG)

PENUH EKPRESI : Pentas teater Studio One pada Festival Teater Pelajar (FTP) 2014 dengan judul “Pakaian dan Kepalsuan”. (TAUFIK RIKHO/RADAR SEMARANG)

KUDUS – Teater Studio One dari SMA Negeri 1 Kudus tampil sebagai teater terbaik pertama dalam ajang Bakti Budaya Djarum Foundation Festival Teater Pelajar (FTP) 2014, pada pementasan final Minggu (30/11) kemarin di GOR Bulutangkis Djarum Kaliputu, Kudus. Mengangkat judul “Pakaian dan Kepalsuan” karya Kirdjomulyo, teater pimpinan Neni Setya Ayuningsih ini menyisihkan Teater SAGE (SMA 1 Gebog) sebagai terbaik kedua dan Teater STIF (MA NU Ibtidaul Falah) terbaik ketiga.

Selain predikat tersebut, sutradara teater Studio One, Yasir S, tampil sebagai Sutradara Terbaik, dan penata artistik M. Rizka Hassan meraih Artistik Terbaik. Sementara itu, predikat Pemeran Utama Terbaik diraih oleh Anggara Febrimilajianti (Teater SAGE, SMA 1 Gebog) dan Pemeran Pembantu Terbaik M Yusrul Hana (Teater STIF, MA NU Ibtidaul Falah).

Penyelenggaraan FTP yang memasuki tahun ketujuh menggandeng jurnalis sekaligus sastrawan Putu Fajar Arcana dan Ratna Riantiarno dari Teater Koma sebagai juri. Para siswa dan guru pembimbing teater sekolah juga berkesempatan mengikuti workshop teater bersama pendiri Teater Koma, Nano Riantiarno.

Koordinator Teater Djarum, Oey Riwayat Slamet, menuturkan, upaya menstimulasi dan mendukung kegiatan proses belajar mengajar di sekolah dapat dilakukan melalui teater sekolah. “Teater mengedepankan pengembangan karakter dan potensi positif para siswa,” terangnya di sela kegiatan.

Menurut Nano Riantiarno, peserta FTP 2014 di usia yang relatif muda peserta telah menunjukkan bakat luar biasa, yang dapat berkembang dengan latihan. “Festival seperti ini bisa menjadi stimulasi pelajar melatih kemampuan berteater. Karena itu saya mengapresiasi kegiatan ini, sehingga pelajar memiliki wadah menyalurkan ekspresinya dengan cara yang kreatif,” ujarnya. (fiq/ric)