Mortir Aktif Ditemukan di Kebun

174
MORTIR AKTIF- Danramil 10/Sumowono, Kapten Inf Andy Slamet mengamati mortir yang ditemukan di areal latihan TNI-AD yang dimanfaatkan untuk lahan pertanian rakyat. (FOTO: PRISTYONO/RADAR SEMARANG)
 MORTIR AKTIF- Danramil 10/Sumowono, Kapten Inf Andy Slamet mengamati mortir yang ditemukan di areal latihan TNI-AD yang dimanfaatkan untuk lahan pertanian rakyat. (FOTO: PRISTYONO/RADAR SEMARANG)

MORTIR AKTIF- Danramil 10/Sumowono, Kapten Inf Andy Slamet mengamati mortir yang ditemukan di areal latihan TNI-AD yang dimanfaatkan untuk lahan pertanian rakyat. (FOTO: PRISTYONO/RADAR SEMARANG)

SUMOWONO- Sebuah mortir aktif, Senin (1/12) pagi ditemukan di lahan pertanian milik TNI Angkatan Darat (AD) di kawasan Watu Kodok, Desa Losari Kecamatan Sumowono. Mortir tersebut ditemukan sejumlah petani yang sedang menggarap lahan tersebut. Selanjutnya mortir dievakuasi ke Koramil 10/Sumowono.

Danramil 10/Sumowono, Kapten Inf Andy Slamet mengatakan, pihaknya mendapatkan laporan dari penjaga Barak komplek TNI-AD Bantir, Sertu Slamet, sekitar pukul 07.00, tentang adanya mortir di lahan pertanian yang digarap warga. Selanjutnya petugas Koramil mendatangi lokasi penemuan mortir tersebut.
“Mortirnya ditemukan sekitar 500 meter dari barak TNI-AD Bantir. Selanjutnya mortir kami evakuasi ke Koramil,” ungkap, Kapten Inf Andy Slamet.

Andy Slamet menjelaskan secara rinci, mortir tersebut berdiameter 7 sentimeter dan panjangnya sekitar 25 sentimeter. Selain itu di belakangnya ada sayap kecil-kecil. Sekalipun sudah berkarat namun mortir tersebut diperkirakan masih aktif. “Kami himbau agar masyarakat hati-hati ketika hendak menggarap lahan di sekitar barak TNI-AD di Bantir. Sebab kawasan tersebut area latihan militer,” imbuhnya.

Terpisah Pasintel Kodim 0714/Salatiga, Kapten Inf Mulyo Budi Luhur mengatakan, mortir kemudian dievakuasi di Markas Kodim 0714/Salatiga. Budi mengatakan, mortir tersebut masih aktif dan diperikirakan sisa pertempuran Ambarawa. Selanjutnya, mortir akan dikirim ke Peralatan Kodam IV/Diponegoro. “Temuan tadi tidak masuk dalam daftar amunisi milik TNI,” imbuhnya. (tyo/zal)