KA Komuter Kedungsepur Kembali beroperasi

91

SEMARANG – Kereta Api Komuter Kedungsepur dengan rute Gubug – Weleri kembali dioperasikan oleh PT KAI Daop IV Semarang mulai Senin (1/12) kemarin. KA ini sempat berhenti pengoperasiannya lantaran minimnya okupansi yang ada.

Manager Humas PT KAI Semarang, Suprapto mengatakan jika kembali beroperasinya lantaran kerusakan pada rangkaian berupa genset telah selesai. “Hari ini sudah mulai jalan lagi, kemarin rusak gensetnya. Kerusakan ini biasa terjadi,” katanya.

Dirinya mengaku, okupansi KA Komuter Kedungsepur memang belum maksimal yakni 30-40 persen. Walaupun begitu, dirinya akan tetap melakukan evaluasi agar KA rute baru ini bisa berjalan maksimal dan bisa menjadi sarana untuk menekan kemacetan yang ada. “Evaluasi nanti pasti akan dilakukan. Apalagi kereta ini adalah rute baru,” ujarnya.

Sementara itu, menurut Pengamat transportasi Universitas Katholik Soegijapranata (Unika) Semarang Djoko Stijowarno berkomentar jika dirinya tidak yakin KA Kedungsepur bakal diminati masyarakat apalagi dengan okupansi yang tinggi. “Kalau harganya masih mahal, pasti masyarakat lebih memilih naik motor,” ujarnya pesimistis.

Menurut dia, masalah tiket yang dipukul rata yakni Rp 15 ribu jauh dekat, dirasa sangat memberatkan masyarakat kecil, dirinya menyarankan agar pihak KAI meminta Public Service Obligation (PSO) kepada Pemprov ataupun Kemenhub sehingga bisa ditentukan tarif bawah yang murah. ” Tarif KA Kedungsepur harus kurang dari Rp 5.000, kalau ingin diminati,” tambahnya.

Kereta Api Komuter, lanjut dia, bisa mendapatkan subisidi dari pemerintah sesuai dengan UU nomer 23 tahun 2007 tentang perkretaapian, pemerintah bisa memberikan PSO atau Subsidi terhadap KA yang dianggap Perintis. “Saya harap Gubernur harus proaktif lantaran ada subsidi dari pusat. Pemerintah Propinsi bisa mengajukan permohonan subsidi. Apalagi transportasi massal ini bisa mengurai kemacetan dan mengurangi kecelakaan,” pungkasnya. (den/smu)